Dua Pekerja Tertimpa Runtuhan Dinding Beton

SAMARINDA. Tragedi kecelakaan kerja nyaris merenggut nyawa dua pekerja bangunan di Jalan Juanda 7, Kecamatan Samarinda Ulu, Kamis siang. Dua korban bernama Tama dan Sudarno tertimbun reruntuhan dinding beton saat tengah melakukan pembongkaran bangunan. Insiden itu terjadi begitu cepat hingga membuat suasana kerja yang awalnya normal berubah menjadi kepanikan massal.

Saksi mata di lokasi, Hendra, menyebut kedua korban berada tepat di sisi dinding yang sedang dirobohkan. Menurutnya, kondisi bangunan sudah tampak rapuh sejak pagi hari. Retakan terlihat jelas di beberapa bagian dinding, namun para pekerja tidak menyangka dinding tersebut akan ambruk secara tiba-tiba tanpa peringatan apa pun.

“Dari tadi retak-retaknya sudah kelihatan, tapi kami kira masih aman. Langsung jatuh saja, cepat sekali. Kami tidak menyangka,” ujar Hendra saat ditemui di lokasi kejadian.

Ia menambahkan, reruntuhan dinding menimbulkan debu tebal yang seketika menyelimuti area kerja hingga pandangan menjadi gelap. Rekan-rekan korban berteriak panik sambil berusaha menyingkirkan puing-puing beton yang menimpa tubuh Tama dan Sudarno. Suasana mencekam terjadi ketika suara runtuhan keras disusul jeritan pekerja yang meminta pertolongan.

“Semuanya terjadi cepat sekali. Kami bahkan tidak sempat menarik mereka. Kami langsung panggil orang, takutnya dua-duanya nggak selamat,” tambahnya.

Beberapa menit setelah kejadian, tim medis dokter on call tiba di lokasi untuk memberikan pertolongan pertama. Kedua korban ditemukan dalam kondisi lemah dan tidak sadarkan diri. Hendra menyebut luka yang dialami korban cukup serius.

“Kondisi mereka memprihatinkan saat ditemukan. Luka-lukanya cukup berat,” katanya.

Ia menjelaskan Tama mengalami luka robek di bagian kepala dan ditemukan dalam posisi tengkurap, sementara Sudarno mengalami luka berat di beberapa bagian tubuh.

“Kami lakukan penanganan cepat supaya mereka bisa segera dibawa ke rumah sakit,” lanjutnya.

Petugas dari Polresta Samarinda dan Polsek Samarinda Ulu segera mengamankan lokasi kejadian dengan memasang garis polisi. Anggota Pamakta 3 Polresta Samarinda, Ipda Riyan Rizki Hidayat, mengatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan tidak ada korban tambahan.

“Kami pastikan lokasi aman dulu sebelum melanjutkan langkah lain,” ujarnya.

Penyelidikan pun dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti runtuhnya dinding tersebut. Sejumlah saksi dimintai keterangan guna mendalami kejadian ini.

“Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan menunggu perkembangan kondisi korban,” jelas Ipda Riyan.
Ia menegaskan pihaknya juga akan meninjau penerapan standar keselamatan kerja.

“Kami ingin mengetahui apakah prosedur pembongkaran sudah sesuai aturan,” katanya.

Insiden ini menjadi peringatan penting akan pentingnya keselamatan kerja dalam aktivitas pembongkaran bangunan. Pihak kepolisian memastikan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui kemungkinan adanya unsur kelalaian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *