Diduga Karena Genset, Dua Tempat Usaha Terbakar

Diduga Karena Genset, Dua Tempat Usaha Terbakar

SUNGAI PINANG. Petugas pemadam kebakaran dan relawan di Samarinda dikejutkan dengan terjadinya kebakaran kedua yang memaksa mereka membagi perhatian dalam menangani dua titik kebakaran yang terjadi berdekatan pada Sabtu (26/10) siang.

Kebakaran pertama terjadi di Jalan Lambung Mangkurat, gang Mawar dan Cempaka, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, sekitar pukul 12.10 Wita. Namun, 30 menit saat mereka tengah berusaha menjinakkan api di lokasi pertama, tiba-tiba muncul kepulan asap tebal hitam dari arah berbeda, sekitar 200 meter dari lokasi awal.

Setelah dicek, diketahui bahwa kepulan asap itu berasal dari kebakaran lain yang melanda sebuah rumah toko (ruko) di Jalan Pelita. Api dengan cepat melahap bangunan dua lantai tersebut. Kebakaran membuat para penghuni ruko segera berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

Keadaan sempat panik ketika beberapa penghuni ruko yang berada di lantai atas terjebak asap tebal, namun berhasil dievakuasi dengan cepat oleh para relawan dan petugas.

Petugas pemadam kebakaran dan relawan yang awalnya fokus menangani kebakaran di lokasi pertama, segera berhamburan menuju lokasi kedua untuk membagi tugas. Sebagian tim tetap berjibaku di gang Mawar dan Cempaka, sementara yang lain bergegas menuju Jalan Pelita untuk memadamkan api yang telah menjalar cukup cepat di ruko tersebut.

Upaya koordinasi cepat ini berhasil mencegah kebakaran kedua agar tidak meluas ke bangunan lain di sekitarnya.

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda, Teguh Setyawardhana mengungkapkan, kebakaran di lokasi kedua diduga disebabkan oleh korsleting listrik pada genset.

“Menurut informasi yang kami peroleh dari warga sekitar, kebakaran di ruko ini kemungkinan besar dipicu oleh korsleting pada genset yang dinyalakan karena terjadi pemadaman arus listrik di lokasi kebakaran pertama. Genset tersebut mengalami korsleting, sehingga memicu kebakaran,” jelas Teguh.

Teguh juga menjelaskan, proses pemadaman di lokasi kedua berlangsung relatif cepat berkat bangunan ruko yang terbuat dari beton, sehingga membantu melokalisir api agar tidak cepat merambat.

“Berbeda dengan lokasi pertama yang berada di kawasan gang padat penduduk, penanganan di ruko ini relatif lebih mudah karena material bangunannya yang beton, sehingga tidak mudah terbakar,” lanjutnya.

Kendati demikian, pemadaman kebakaran ini tetap membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk benar-benar memastikan api padam di kedua lokasi. Proses pemadaman sempat terhambat karena akses menuju kedua lokasi yang cukup sempit, sehingga armada pemadam harus parkir agak jauh dari titik api dan menarik selang lebih panjang.

Di tengah upaya pemadaman ini, seorang relawan diketahui mengalami kelelahan akibat intensitas kerja yang tinggi dan suhu panas di dua lokasi kebakaran. Relawan tersebut segera mendapat pertolongan medis dari tim yang bersiaga di lokasi kejadian.

“Relawan kami ini sangat berdedikasi dan bekerja tanpa lelah, terutama dalam situasi darurat seperti ini. Untungnya ia langsung mendapat penanganan dan kondisinya sudah stabil,” kata Teguh.

Meski kebakaran di dua tempat ini cukup mengkhawatirkan, Teguh memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. “Syukurnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Semua penghuni ruko berhasil keluar dengan selamat, meski ada beberapa yang sempat panik,” tukas Teguh. (ket)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *