Wali Murid Geruduk SD NEGERI 003, Minta Kepala Sekolahnya Diganti

SAMARINDA. Sejumlah wali murid SD 003 Samarinda mendatangi sekolah di Jalan Slamet Riyadi, Gang 6, Kecamatan Sungai Kunjang, Kamis (6/1) pagi.

Mereka mengeluarkan ekspresi kekecewaan dengan cara memasang spanduk yang dipasang di pagar pintu masuk utama sekolah tersebut. Mereka juga menuntut kepala sekolah setempat untuk diganti.

Beberapa saat kemudian, perwakilan dari masa aksi dipersilahkan masuk ke sekolah untuk mediasi tuntutan yang dilayangkan. Mediasi tersebut ditemani oleh aparat kemanan.

“Hasil mediasi kami belum puas. Kami disuruh tunggu lagi enam bulan. Kami sebelumnya empat kali lapor kepada dinas pendidikan dan diminta untuk sabar. Hingga akhirnya terjadi pemecatan guru, padahal sekolah ini kekurangan guru,” ujar Bungalia (34) perwakilan orang tua siswa.

Wali murid di sini, sebut dia, memprotes terkait gaya kepemimpinan kepala sekolah yang dinilai terlalu kasar. Bentuk kasar tersebut dipraktikan oleh kepala sekolah dengan cara lisan kepada siswa.

Pada bagian lain, ada beberapa kebijakan yang membuat siswa kurang fokus belajar. Salah satunya pemecatan guru honorer yang kemudian belum ada gantinya.

“Sehingga setelah ada pemecatan itu, guru yang mengisi belum memiliki kualifikasi sebagai pengajar. Bayangkan penggantinya bekerja di perpustakaan, kemudian disuruh mengajar. Kalau ini tidak segera diselesaikan, kami akan demo lagi di Balai Kota,” geramnya.

Ditengah demo warga, seorang perempuan tiba-tiba mendatangi para siswa yang kebetulan tengah beristirahat. Para siswa nampak histeris mengetahui perempuan tersebut hadir ditengah mereka. Rupanya perempuan tersebut adalah Ayu (32). Perempuan berhijab ini merupakan guru yang diberhentikan oleh kepala sekolah.

Meski tidak gamblang menjelaskan, Ayu dengan tegas mengatakan bahwa dirinya sempat mengajar sebagai guru honorer di sekolah tersebut.

“Saya diberhentikan. Dan ada dua guru honorer lagi yang juga diberhentikan oleh kepala sekolah. Tapi saya ke sini bukan mencari siapa yang salah,” singkat Ayu.

Media ini berusaha melakukan konfirmasi terhadap kepala sekolah SDN 003 ibu Nurul Afriani. Namun seusai audiensi, kepala sekolah tidak diketahui berada dimana. Beberapa tenaga pendidik di sana juga enggan memberikan komentar terkait aksi yang dilakukan sejumlah wali murid tersebut.

Meski begitu, Asli Nurjadin selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda yang dikonfirmasi membenarkan adanya aksi demo para orang tua dan guru tersebut. Saat ini pihaknya masih mendalami kasus yang menghebohkan tersebut.

“Untuk proses belajar mengajar masih berjalan normal. Sementara untuk kepala sekolah sedang dalam pemeriksaan tim Dinas Pendidikan kami,” singkat Asli. (ket)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *