
SAMARINDA. Sejak didirikan pada 16 Desember 2016, Info Taruna Samarinda (ITS) telah menjadi organisasi yang tak tergantikan dalam berbagai upaya kebencanaan dan pelayanan sosial di Kota Tepian. Selama delapan tahun, ITS terus membuktikan perannya sebagai penghubung antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak terkait lainnya, memberikan solusi konkret atas berbagai permasalahan di lapangan.
Dalam kiprahnya, ITS menjadi pelengkap bagi sinergi pemerintah, TNI, dan Polri, yang selama ini menjadi garda utama dalam menjaga stabilitas dan keamanan kota. Ketua ITS, Joko Iswanto atau biasa didapa Jokis, menegaskan bahwa ITS tidak hanya menjadi pendukung, tetapi juga menghadirkan perspektif masyarakat untuk menciptakan solusi yang lebih menyeluruh.
“Kami berdiri untuk memberikan respons cepat atas berbagai situasi yang membutuhkan, baik bencana alam maupun masalah sosial. Dalam setiap langkah, kami mencoba menjawab kebutuhan masyarakat dengan pendekatan yang inklusif dan kolaboratif,” ujar Jokis

Dengan konsep pentahelix, ITS melibatkan lima elemen utama—pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat—dalam menjalankan misinya. Kolaborasi ini memungkinkan ITS tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga pada upaya preventif yang berkelanjutan.
“Kerja sama lintas sektor adalah kunci keberhasilan kami. Pentahelix memungkinkan kami mengintegrasikan kekuatan semua pihak untuk menciptakan dampak yang nyata,” tambahnya.

Memasuki usia delapan tahun, ITS berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan menginspirasi lebih banyak elemen masyarakat untuk turut terlibat.
“Perjalanan kami masih panjang. Kami berharap semakin banyak pihak yang bergabung, sehingga cita-cita bersama untuk mewujudkan Samarinda yang aman, bersih, dan sejahtera dapat tercapai,” harap Jokis.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengapresiasi peran besar ITS dalam membantu program pemerintah, khususnya dalam penanggulangan bencana dan isu sosial. Dalam sambutannya, Andi Harun menyoroti pentingnya kolaborasi untuk mengatasi berbagai tantangan kota, termasuk masalah banjir dan sampah.
“Program penanggulangan banjir terus berjalan, tetapi masalah sampah masih menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Banyak warga yang masih membuang sampah sembarangan, dan ini memerlukan perhatian serius,” kata Andi Harun.
Ia juga mengajak para relawan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan. Bahkan, ia menyarankan untuk memviralkan perilaku buruk warga yang membuang sampah sembarangan sebagai bentuk hukum sosial.
“Kalau ada yang bandel, viralkan saja. Biar ada efek jera. Karena kalau mereka buang sampah sembarangan, yang susah itu orang lain,” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para relawan, Wali Kota Andi Harun memberikan dua paket umrah kepada Ketua ITS, Jokis, dan seorang relawan dari satuan Jambu, melalui sistem undian. Hadiah ini disambut antusias oleh para relawan yang hadir dalam perayaan ulang tahun ITS. (ket)



