Polresta Samarinda Perketat Pengamanan Misa Malam Natal

SAMARINDA — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda mengerahkan pengamanan maksimal untuk memastikan pelaksanaan Misa Malam Natal, Selasa (24/12), berlangsung aman dan kondusif. Pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Samarinda yang turun langsung meninjau sejumlah gereja.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyampaikan, peninjauan lapangan dilakukan bersama Wali Kota Samarinda, Wakil Wali Kota, Dandim 0901 Samarinda, Denpom, Ketua DPRD, serta unsur Forkopimda lainnya. Rombongan menyambangi beberapa gereja untuk melihat langsung kesiapan pengamanan sekaligus memberikan dukungan moril kepada jemaat dan pengurus gereja.

“Kehadiran kami bersama Forkopimda adalah bentuk komitmen untuk memastikan saudara-saudara kita umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah Natal dengan rasa aman dan nyaman,” ujar Hendri.

Ia menjelaskan, pengamanan Natal di Samarinda telah dimulai sejak pagi hari dan dilakukan lebih intensif dibanding hari-hari biasa. Sebanyak 107 gereja tercatat menggelar ibadah misa dan kebaktian Natal, seluruhnya berada dalam pengamanan aparat gabungan.

“Sejak pagi personel sudah kami ploting di gereja-gereja. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, baik terbuka maupun tertutup,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Polresta Samarinda mendapat dukungan penuh dari Kodim 0901 Samarinda, Denpom, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya. Dari ratusan gereja tersebut, lima gereja menjadi prioritas utama pengamanan karena jumlah jemaatnya mencapai ribuan orang, yakni di kisaran 3.000 hingga 4.000 jemaat. Selain itu, satu gereja juga mendapat perhatian khusus karena memiliki riwayat kejadian di masa lalu.

Sebagai langkah antisipasi, Tim Gegana Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur telah melakukan sterilisasi sejak pagi hingga siang hari di gereja-gereja prioritas. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh di area dalam dan sekitar gereja.

“Hasil sterilisasi menunjukkan tidak ada barang berbahaya atau mencurigakan. Ini penting agar ibadah dapat berjalan dengan khusyuk tanpa rasa khawatir,” kata Hendri.

Pengamanan stasioner difokuskan di lima gereja besar, yakni Gereja Santo Lukas, Gereja Immanuel, Gereja Katedral, Gereja Oikumene, dan Gereja HKBP Merak. Di setiap lokasi, personel Polri bergabung dengan TNI serta unsur pengamanan lainnya dalam pos pengamanan terpadu.

Kapolresta menambahkan, pihaknya juga telah melaporkan perkembangan situasi keamanan kepada Kapolda Kalimantan Timur. Hingga Misa Malam Natal berlangsung, kondisi Kota Samarinda terpantau aman dan kondusif. Upaya pencegahan terhadap potensi gangguan, termasuk isu radikalisme dan terorisme, terus dilakukan melalui pengawasan dan langkah preventif berkelanjutan. (cee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *