Katedral Samarinda Pastikan Misa Natal Aman

SAMARINDA — Pengurus Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi Samarinda memastikan seluruh rangkaian ibadah Misa Natal 2025 siap dilaksanakan dengan aman dan tertib. Persiapan intensif telah dilakukan sejak dua pekan terakhir melalui koordinasi internal gereja serta kerja sama dengan aparat kepolisian guna menjamin keamanan umat.

Wakil Ketua Dewan Pastoral Paroki Katedral Santa Maria Penolong Abadi, Harry Sutadi, mengungkapkan bahwa kesiapan gereja saat ini telah mencapai tahap akhir. Seluruh aspek pendukung ibadah, mulai dari pengaturan jadwal misa, kesiapan petugas liturgi, hingga pengamanan lokasi, telah disiapkan secara menyeluruh.

“Sejak dua minggu lalu kami sudah melakukan rapat internal. Sampai hari ini, kesiapan kami sudah hampir sempurna, sekitar 99 persen. Semua kebutuhan ibadah sudah dipersiapkan,” kata Harry kepada wartawan.

Ia menjelaskan, Misa Natal di Katedral Santa Maria Penolong Abadi dilaksanakan dalam beberapa sesi untuk mengakomodasi jumlah umat yang cukup besar. Pada malam Natal, misa digelar dua kali, yakni pukul 17.00 Wita dan 21.00 Wita. Sementara pada Hari Natal, misa dilanjutkan pada pukul 06.00 Wita dan 09.00 Wita.

Harry juga menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang telah melakukan sterilisasi area gereja sebelum pelaksanaan ibadah. Langkah tersebut dinilai sangat penting untuk memastikan tidak adanya potensi gangguan keamanan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian. Setelah dilakukan sterilisasi, kami diyakinkan bahwa kondisi gereja aman dan tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan,” ujarnya.

Dari sisi daya tampung, Harry menjelaskan bahwa kapasitas gedung gereja terbagi di beberapa area. Tribun bagian atas dapat menampung sekitar 700 umat, ruang utama sekitar 1.300 hingga 2.000 orang, basement sekitar 1.000 orang, serta area depan pastoran yang mampu menampung sekitar 500 umat. Total kapasitas maksimal mencapai sekitar 3.500 jemaat.

Namun demikian, ia mengakui kapasitas tersebut kerap tidak mencukupi pada momen Natal. “Sering kali masih ada umat yang berdiri karena kapasitas terbatas. Untuk itu kami mohon pengertian dari seluruh umat,” katanya.

Guna mendukung keamanan bersama, pihak gereja akan memberlakukan pemeriksaan bagi setiap umat sebelum memasuki area ibadah. Jemaat juga diimbau untuk tidak membawa tas ransel atau barang yang tidak diperlukan.

“Pemeriksaan dilakukan demi keamanan bersama. Kalau ada umat yang tidak dikenal, akan ditanya dan diperiksa barang bawaannya. Kami ingin umat beribadah dengan rasa aman, nyaman, dan pulang dengan sukacita,” tutup Harry. (cee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *