Pengamanan Gereja Natal, Fokus pada Gereja Prioritas

SAMARINDA — Polresta Samarinda meningkatkan pengamanan di sejumlah gereja selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk menjamin keamanan dan kenyamanan umat Kristiani dalam melaksanakan ibadah, terutama di lokasi-lokasi dengan jumlah jemaat besar dan tingkat kerawanan tertentu.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyampaikan bahwa dari 190 gereja yang tersebar di Kota Samarinda, sebanyak 111 gereja akan menggelar ibadah Natal. Kepolisian kemudian menetapkan empat gereja sebagai prioritas utama pengamanan karena memiliki jemaat lebih dari 2.000 orang.

“Empat gereja yang menjadi fokus pengamanan adalah Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi, Gereja Katolik Paroki Santo Lukas, Gereja Jemaat Immanuel Samarinda, serta Gereja Oikumene di Samarinda Seberang,” kata Hendri Umar, Kamis (18/12).

Ia mengungkapkan, Polresta Samarinda menyiapkan total 102 personel gabungan untuk mengamankan empat gereja tersebut. Personel berasal dari unsur Polri, TNI, serta instansi terkait lainnya. Di Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi dan Gereja Katolik Paroki Santo Lukas, masing-masing diterjunkan 37 personel.

“Sementara untuk Gereja Jemaat Immanuel Samarinda dan Gereja Oikumene, pengamanan dilakukan oleh 14 personel gabungan di masing-masing lokasi,” jelasnya.

Menurut Hendri, pengamanan dilakukan secara dinamis dan menyesuaikan dengan jadwal serta rangkaian kegiatan misa, baik pada malam Natal, Hari Raya Natal, maupun perayaan Tahun Baru. Personel akan ditempatkan secara stasioner saat ibadah berlangsung serta melakukan pengawasan di sekitar area gereja.

Pengamanan di Gereja Oikumene Samarinda Seberang mendapat perhatian khusus mengingat gereja tersebut pernah menjadi sasaran aksi teror bom pada tahun 2016. Peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi kepolisian untuk memperketat pengamanan demi mencegah terulangnya kejadian serupa.

“Gereja Oikumene menjadi salah satu atensi utama kami. Pengamanan dilakukan lebih maksimal selama perayaan Natal dan Tahun Baru,” tegas Hendri.

Selain gereja prioritas, Polresta Samarinda juga memantau sejumlah gereja yang dinilai memiliki potensi gangguan keamanan maupun konflik sosial, seperti gereja di kawasan Sungai Kledang dan Gereja Toraja di Mangkupalas. Di lokasi-lokasi tersebut, personel kepolisian akan disiagakan selama kegiatan ibadah berlangsung.

Kapolresta berharap sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, pengurus gereja, serta masyarakat dapat menciptakan suasana perayaan Natal dan Tahun Baru yang aman, tertib, dan penuh kedamaian di Kota Samarinda. (cee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *