Over Kapasitas, Restorative Justice Jadi Solusi
SAMARINDA. Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Samarinda saat ini tengah menghadapi tantangan serius dengan jumlah warga binaan yang melebihi kapasitas. Meskipun demikian, komitmen pihak rutan untuk terus meningkatkan pelayanan tidak berkurang, meski terbatasnya fasilitas menjadi tantangan besar.
Saat ini, Rutan Kelas 1 Samarinda menampung 1.350 warga binaan, padahal kapasitas resmi hanya untuk 442 orang. Artinya, tingkat over kapasitas mencapai lebih dari 200 persen. Kepala Rutan Kelas 1 Samarinda, Heru Yuswanto, menjelaskan bahwa berbagai langkah telah dilakukan untuk memaksimalkan pelayanan kepada warga binaan.

Salah satu langkah inovatif yang diambil adalah membangun ruang restorative justice. “Kami berupaya membangun ruang restorative justice sebagai solusi untuk memberikan pembinaan lebih baik bagi warga binaan,” ujar Heru Yuswanto. Konsep keadilan restoratif ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi persoalan hukum pidana serta mengurangi tekanan akibat over kapasitas.
Selain itu, ruang ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk mendapatkan pembinaan yang lebih optimal, sehingga mereka lebih siap saat kembali ke masyarakat. Heru menekankan pentingnya perhatian dari pemerintah daerah dan pusat untuk mendukung upaya penanganan over kapasitas ini.
“Kami sangat berharap dukungan lebih dari pemerintah agar masalah over kapasitas ini dapat segera diatasi, sehingga pelayanan kepada warga binaan menjadi lebih optimal,” kata Heru.
Tak hanya itu, pihak rutan juga mengadakan pelatihan komunikasi bagi petugas dan warga binaan dengan menghadirkan motivator nasional, Aqua Dwipayana. Kehadiran Aqua Dwipayana disambut antusias oleh seluruh petugas dan warga binaan. “Saya sangat terkesan dengan kebersihan rutan ini dan tingginya antusiasme petugas serta warga binaan dalam mengikuti pelatihan,” ujar Aqua.
Menurut Aqua, pelatihan ini penting untuk meningkatkan kemampuan komunikasi para petugas, sekaligus memotivasi warga binaan agar dapat mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah mereka dibebaskan. “Saya selalu menekankan kepada warga binaan untuk tetap optimis dan menjalani masa pembinaan dengan hati yang lapang, meskipun mereka sedang menghadapi masa sulit,” tambahnya.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan pelayanan di Rutan Kelas 1 Samarinda dapat terus membaik, meski tantangan over kapasitas masih menjadi masalah utama. Pihak rutan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan mempersiapkan warga binaan dengan lebih baik untuk kembali ke masyarakat. (ket)



