SAMARINDA KOTA. Suara riuh sorak sorai menggema di halaman parkir GOR Segiri, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda Kota, Sabtu pagi (28/6/2025). Di bawah panas matahari yang menyengat, ratusan pelajar bersaing penuh semangat dalam ajang lomba olahraga tradisional yang digelar untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-79.
Sebanyak 150 siswa dari 15 SMA/SMK sederajat se-Kota Samarinda ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka tak hanya datang untuk bertanding, tapi juga menjadi bagian dari misi pelestarian budaya lewat olahraga khas Indonesia yang mulai jarang disentuh generasi muda.
Tiga jenis lomba tradisional disuguhkan diantarnya gasing, egrang, dan terompah panjang (bakiak). Meski terdengar sederhana, ketiga permainan ini menuntut konsentrasi, kerja sama tim, dan ketangkasan tingkat tinggi. Bagi sebagian peserta, ini merupakan pengalaman pertama bersentuhan dengan permainan yang pernah merajai masa kecil orang tua mereka.
“Satu bulan latihan gasing. Dan mendapat juara satu dalam lomba antar sekolah ini,” kata Aprilius Rolanda Dawa, siswa SMKN 15 Samarinda.

Kegiatan ini tidak berdiri sendiri. Menurut Supriatmono, Ketua Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Provinsi Kalimantan Timur, lomba ini juga menjadi ajang pemanasan sekaligus seleksi awal untuk dua agenda besar tingkat nasional.
“Kita sedang persiapkan atlet pelajar untuk mewakili Kalimantan Timur di dua event besar tahun ini, yaitu Pekan Olahraga Rekreasi Nasional (Pornas) ke-8 di Nusa Tenggara Barat bulan Juli dan Pekan Olahraga Tradisional Nasional (Potratnas) di Gorontalo bulan September,” terang Supriatmono saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan, olahraga tradisional bukan sekadar permainan tempo dulu, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, dan semangat kebersamaan.
“Kita ingin anak-anak tidak hanya mengenal olahraga modern. Tapi juga bangga dengan permainan tradisional yang diwariskan nenek moyang. Ini bagian dari identitas bangsa,” lanjutnya.
Kapolsekta Samarinda Kota, AKP Kadiyo, yang hadir mengatakan, lomba ini merupakan bagian dari rangkaian HUT Bhayangkara ke-79 yang ingin diisi dengan kegiatan positif dan mendidik.
“Kami ingin kehadiran Polri tak hanya dirasakan dalam penegakan hukum, tapi juga dalam upaya menjaga nilai-nilai budaya bangsa. Apalagi kegiatan ini menyasar pelajar, generasi penerus kita. Ini pendekatan yang sejuk dan membangun,” tukasnya.
Di akhir kegiatan, panitia memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan dan uang pembinaan bagi para pemenang di setiap kategori lomba. (ket)




