Di Tengah Megahnya Kota, Tiga Saudara Bertahan Hidup

trc ppa saat mengunjungi rumah tempat tiga saudara bertahan hidup

Habarhanyar.com, Samarinda— Di balik padatnya permukiman di Jalan Biawan Gang Semangat Blok 13B, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir, terdapat sebuah rumah kayu tua yang kondisinya nyaris roboh. Rumah sederhana itu dihuni tiga bersaudara yang berjuang mempertahankan hidup sambil merawat ibu mereka yang menderita stroke.

Bangunan tersebut jauh dari kata layak huni. Dinding rumah sudah banyak berlubang, atap bocor saat hujan turun, dan lantai kayu mulai lapuk dimakan usia. Rumah itu juga tidak memiliki aliran listrik maupun air bersih. Ketika malam tiba, mereka hanya mengandalkan penerangan seadanya untuk beraktivitas.

Di rumah itulah Dani (21), anak sulung keluarga tersebut, menjadi tulang punggung keluarga sejak ibunya jatuh sakit. Hampir setiap hari ia bekerja dari pagi hingga larut malam demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Saya kerja dari pagi sampai malam. Kadang pulang hampir tengah malam,” ujar Dani.

Ia mengaku memilih berjalan kaki menuju tempat kerja demi menghemat pengeluaran harian. Penghasilannya digunakan untuk membeli kebutuhan makan dan membantu biaya pengobatan sang ibu.

“Yang penting ibu dan adik-adik bisa makan dulu. Kalau ada sisa baru dipakai kebutuhan lain,” katanya.

Sementara adik keduanya memutuskan berhenti sekolah agar dapat menjaga ibunya di rumah. Di usia yang masih muda, ia harus menggantikan peran merawat sang ibu yang kini hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur.

Tidak hanya itu, adik bungsu mereka yang masih berusia 12 tahun juga ikut membantu mencari nafkah dengan memulung barang-barang bekas di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

Meski hidup dalam keterbatasan, ketiga bersaudara tersebut tetap berusaha kuat dan saling mendukung satu sama lain demi sang ibu.

Kondisi keluarga itu mulai diketahui publik setelah kisah mereka tersebar di media sosial. Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Kalimantan Timur, Rina Zainan, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.

“Awalnya kami menerima informasi dari masyarakat melalui media sosial. Setelah datang langsung, ternyata kondisi keluarga ini memang sangat memprihatinkan,” ujar Rina.

Menurutnya, rumah tersebut sudah tidak layak dihuni karena dapat membahayakan kesehatan para penghuninya.

“Atap rumah bocor, papan sudah banyak rusak, tidak ada air bersih, kamar mandi juga tidak layak. Bahkan kasur mereka lembab karena sering terkena air hujan,” jelasnya.

Rina berharap keluarga tersebut segera mendapat perhatian serius agar anak-anak itu tetap memiliki masa depan yang lebih baik.

Saat ini, ibu mereka telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit setelah mendapat bantuan dan perhatian dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui fasilitas BPJS Kesehatan. (dtg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *