Petugas Disdamkarmat kota Samarinda saat melakukan pemadaman di lokasi kebakaran (dok Its)
Habarhanyar.com, Samarinda— Kebakaran menghanguskan sebuah rumah di Jalan Jakarta Perum Korpri Blok CJ RT 66, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Rabu (20/5/2026) pagi sekitar pukul 08.20 Wita. Dalam peristiwa tersebut, tiga anak kecil yang berada di dalam rumah berhasil menyelamatkan diri setelah meminta pertolongan warga sekitar.
Rumah itu diketahui milik Fitriyani (38), seorang ibu dengan tujuh anak. Saat kebakaran terjadi, Fitriyani sedang berada di kawasan Sungai Kunjang dan meninggalkan tiga anaknya di rumah. Ia mengaku baru mengetahui rumahnya terbakar setelah mendapat kabar dari tetangga.
“Saya lagi tidak di rumah, lagi di Sungai Kunjang. Saya baru tahu dari tetangga setelah rumah sudah habis terbakar,” ujar Fitriyani saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurutnya, anak sulungnya yang berusia enam tahun menjadi orang pertama yang mengetahui adanya api di dalam rumah. Bocah tersebut langsung berlari keluar untuk meminta bantuan kepada warga sekitar. Sementara dua adiknya yang masih berusia empat tahun dan dua tahun ikut menyelamatkan diri.
“Yang mengetahui api itu kakaknya yang umur enam tahun. Dia lari minta tolong ke tetangga depan, kanan, kiri. Alhamdulillah semuanya selamat,” katanya.
Fitriyani menduga api berasal dari salah satu kamar tidur yang kondisinya hangus terbakar. Ia memastikan kompor di dapur dalam keadaan aman sehingga kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.
“Tadi saya masuk lihat kamar memang habis terbakar. Kayanya dari korsleting listrik, dari cucukan kabel,” ucapnya.
Akibat kebakaran tersebut, seluruh barang di dalam rumah tidak sempat diselamatkan. Sejumlah dokumen penting seperti ijazah anak dan surat-surat berharga lainnya ikut hangus terbakar bersama isi rumah.
“Enggak ada yang bisa diselamatkan. Ijazah anak saya, surat-surat penting semua habis,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Pemadaman dan Investigasi Disdamkarmat Samarinda, Wisnu, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 08.20 Wita. Petugas langsung mengerahkan dua unit pemadam dari Posko 10 dan dibantu relawan PMK untuk melakukan penanganan.
“Informasi sementara yang kami dapat di lapangan, dugaan penyebab kebakaran berasal dari konsleting listrik,” kata Wisnu.
Ia menyebut proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam hingga api berhasil dikendalikan sepenuhnya. Meski sempat terkendala minimnya sumber air di sekitar lokasi, petugas dan relawan berhasil mencegah api merembet ke bangunan lain di kawasan perumahan tersebut.
“Satu rumah terbakar, dihuni sembilan jiwa. Saat kejadian hanya anak-anak yang berada di dalam rumah,” tutupnya. (dtg)




