Pemkot Samarinda Turun Tangan : Bantu Warga Sipil dan Relawan Terdampak BBM “Brebet”

SAMARINDA. Ratusan kendaraan roda dua di Samarinda dilaporkan mengalami kerusakan usai mengisi BBM jenis Pertamax yang diduga tercampur. Menanggapi keresahan warga, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bergerak cepat. Bukan dengan saling menyalahkan, tapi dengan solusi nyata.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian pemerintah terhadap warganya.

“Kami tidak ingin larut dalam polemik. Saat warga kesulitan, pemerintah harus hadir. Ini adalah komitmen kami untuk membantu mereka yang terdampak,” ujar Andi Harun, Rabu (10/4).

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Pemkot mengalokasikan bantuan tunai sebesar Rp 300 ribu untuk pemilik motor yang rusak dalam periode 28 Maret hingga 8 April 2025. Proses verifikasi akan dilakukan ketat namun mudah, dan pencairan bisa langsung dilakukan di kantor kecamatan sesuai domisili.

Pengajuan dibuka mulai 14 April selama satu minggu pada hari kerja, pukul 08.00 – 15.00 WITA. Warga cukup datang ke kantor kecamatan dengan membawa :

Nota perbaikan dari bengkel (dalam periode yang ditentukan)

Fotokopi KTP domisili Samarinda

Fotokopi STNK (atas nama sendiri atau anggota keluarga serumah)

Kendaraan yang rusak (untuk dicek langsung)

Foto/video kerusakan & suku cadang yang diganti

Tak hanya warga sipil, kendaraan operasional dan ambulans milik relawan pun masuk dalam daftar bantuan. Pemkot menggandeng Info Taruna Samarinda (ITS) untuk mendata secara kolektif.

“Relawan adalah garda terdepan saat krisis. Sudah seharusnya mereka juga mendapatkan perhatian yang layak,” kata Andi Harun.

Ketua ITS, Joko Iswanto alias Jokis, mengapresiasi inisiatif ini. “Setidaknya ada 116 tim relawan dan 38 unit ambulans yang aktif. Kami akan segera lakukan pendataan sesuai arahan Wali Kota,” katanya singkat. (ket)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *