Petugas pemadam kebakaran bersama relawan berupaya memadamkan api yang membakar rumah warga Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir.
HARAPAN BARU. Sore hari yang damai di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, berubah menjadi kepanikan saat enam bangunan berbahan kayu hangus terbakar. Kebakaran yang terjadi pada Jumat (30/8) sekitar pukul 15.30 Wita ini diawali dengan suara ledakan yang mengejutkan warga sekitar.
Surya (59), seorang warga yang tinggal di dekat lokasi, sedang bersantai di dalam rumah ketika mendengar ledakan tersebut. “Saat saya keluar, rumah di seberang sudah terbakar. Api terus membesar dengan cepat, jadi saya langsung berusaha menyelamatkan barang-barang dari rumah saya,” ujar Surya, masih dengan nada cemas.

Saksi lainnya, Jumhani (39), menjelaskan bahwa api pertama kali terlihat dari rumah dua lantai milik bapak Muslim, yang terbuat dari kayu. Rumah tersebut disewakan dan saat ini penyewanya sudah dibawa oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.
“Api cepat sekali membesar, kami langsung panik dan mencoba memadamkan dengan alat seadanya,” katanya.
Meski warga telah berusaha memadamkan api, kobaran justru semakin membesar. Beruntung, tim pemadam kebakaran segera tiba di lokasi bersama para relawan. “Memang ada ledakan, tapi suaranya tidak terlalu keras. Ledakan itu terjadi saat api sudah mulai besar,” jelas Jumhani lebih lanjut.
Hendra AH, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Samarinda, menjelaskan bahwa kebakaran ini diduga disebabkan oleh korsleting listrik dari rumah dua lantai tersebut. “Menurut warga, api berasal dari atap rumah lantai dua. Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” kata Hendra.
Untuk menjinakkan api, tiga posko pemadam kebakaran dikerahkan dengan bantuan relawan. Meski akses menuju lokasi cukup sulit karena jalan yang sempit, upaya pemadaman berjalan lancar berkat ketersediaan air yang memadai. Dalam waktu sekitar 1 jam 15 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Akibat kebakaran ini, enam bangunan kayu hangus terbakar dan delapan kepala keluarga, terdiri dari 24 jiwa, kehilangan tempat tinggal. Meskipun tidak ada korban jiwa, empat orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden ini. (ket)




