SAMARINDA — Upaya memastikan keselamatan bangunan publik terus dilakukan Pemerintah Kota Samarinda. Salah satunya melalui pengecekan menyeluruh sistem proteksi kebakaran di Pasar Pagi Samarinda yang dilaksanakan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) pada Jumat (19/12). Kegiatan ini juga melibatkan DPRD Kota Samarinda sebagai bentuk pengawasan terhadap fasilitas umum berisiko tinggi.
Pasar Pagi yang merupakan bangunan bertingkat dengan aktivitas perdagangan padat dinilai memerlukan sistem pengamanan kebakaran yang optimal. Oleh karena itu, Disdamkarmat melakukan pemeriksaan langsung terhadap seluruh perangkat proteksi kebakaran yang telah terpasang di dalam gedung.
Kepala Disdamkarmat Kota Samarinda, Hendra AH, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya melakukan pengecekan visual, tetapi juga menguji langsung fungsi peralatan pemadam kebakaran, khususnya hidran.
“Kami sudah melihat langsung bagaimana kondisi proteksi kebakaran di Pasar Pagi. Sprinkler dan hidran kami cek, bahkan hidran tadi diuji coba dan hasilnya air keluar dengan lancar,” ujar Hendra.
Ia menilai, dari sisi teknis, sistem pemadaman kebakaran di Pasar Pagi sudah memenuhi standar dasar. Hidran dan sprinkler dinyatakan berfungsi dengan baik serta siap digunakan apabila terjadi keadaan darurat.
“Kalau bicara sistem hidran dan sprinkler, itu sudah bagus. Artinya, ketika dibutuhkan, sistem ini bisa bekerja,” katanya.
Namun demikian, Hendra menekankan bahwa kesiapan bangunan tidak hanya diukur dari peralatan pemadam. Ia mengungkapkan masih terdapat kekurangan penting yang berkaitan dengan keselamatan pengunjung dan pedagang saat proses evakuasi.
“Yang menjadi catatan kami adalah jalur evakuasi. Rambu-rambu dan petunjuk arah evakuasi belum terpasang di setiap lantai,” ungkapnya.
Selain itu, Disdamkarmat juga menyoroti belum adanya Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) sebagai tim internal yang bertugas menangani kondisi darurat kebakaran di lingkungan Pasar Pagi.
“MKKG ini sangat penting. Tadi disampaikan bahwa tim ini masih akan disiapkan, dan kami merekomendasikan agar segera direalisasikan,” jelas Hendra.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, yang turut hadir dalam pengecekan tersebut, menyampaikan pandangan serupa. Ia mengapresiasi kesiapan alat pemadam, namun menegaskan bahwa aspek manajemen dan evakuasi tidak boleh diabaikan.
“Peralatannya sudah cukup baik, tapi keselamatan itu juga soal kesiapan manusia dan sistem evakuasi. Apalagi Pasar Pagi ini ramai setiap hari,” ujar Deni.
Ia berharap rekomendasi yang disampaikan Disdamkarmat dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait, baik Dinas PUPR maupun Dinas Perdagangan Kota Samarinda, agar Pasar Pagi benar-benar aman bagi seluruh penggunanya. (Cee)




