Diduga Unsur Kesengajaan, 11 Bangunan Terbakar

Petugas pemadam dan relawan berupaya memadmakan api yang berkobar di permukiman Jalan Abdul Hasan, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota.

PASAR PAGI. Disaat sebagian warga bersiap untuk beristirahat. Kebakaran melanda permukiman padat di Jalan Abdul Hasan, Gang 6, RT 11 dan Gang 7, RT 13, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, Jumat (9/8) dini hari. Akibat kebakaran ini belasan bangunan ludes terbakar.

Dari keterangan warga, api pertama kali berkobar dilantai dia rumah milik bapak Yusriansyah (alm). Rumah tersebut kini ditinggali anaknya yang mengidap tanggung jiwa bernama Yudin. Sebelumnya, Yudin beberapa kali pernah bermain api namun sempat diketahui warga.

“Terakhir dua hari lalu. Yudin bermain api di lantai dua itu. Untung warga tahu. Dan segera memadamkan karena sudah penuh kepulan asap,” ungkap Ramli, Ketua RT 13.

“Yudin, yang menurut Ramli, pernah dirawat di rumah sakit jiwa tetapi telah dipulangkan,” imbuhnya.

Melihat rentetan kejadian dan perilaku Yudin. Warga menduga kebakaran kali ini dipicu kembali oleh ulah Yudin. Namun, karena kejadian lewat tengah malam. Maka warga tidak dapat mengantisipasinya.

Kebakaran yang terjadi sejak pukul 00.4 Wita itu membuat warga panik dan berhamburan keluar menyelamatkan diri dan barang masing-masing.

“Rumah saya pas seberang rumah awal terbakar. Hanya sempat keluarkan motor. Yang lainnya ludes terbakar,” terang Ramli bernada sedih.

Ditengag kepanikan, petugas damkar dan relawan datang secara bergelombang. Tim ini langsung menggelar selang dan melakukan pemadaman di lokasi terbakar. Padatnya bangunan ditambah terbuat dari kayu. Membuat api dengan cepat membesar.

Upaya petugas baru membuahkan hasil setelah dua jam lamanya berjibaku dengan api. Sekitar pukul 02.40 Wita api baru benar-benar bisa dipadamkan.

Data Info Taruna Samarinda (ITS) kebakaran ini menghanguskan 11 bangunan dengan rincian 8 rumah tunggal dan 3 bangsal atau indekos. Kebakaran juga membuat dua warga pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit. Kebakran ini menyebabkan 48 jiwa dari 12 Kepala keluarga kehilangan tempat tinggal

Hery Nurdi, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Samarinda, membenarkan adanya kejadian tersebut. Beberapa kendala dihadapi tim damkar dan relawan selama proses pemadaman.”Kendala utama berupa akses jalan yang sempit dan banyaknya warga yang ingin melihat kejadian tersebut,” kata Hery.

Hery memastikan, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pihaknya masih menunggu penyelidikan pihak kepolisian atas penyebab kebakaran yang menghanguskan belasan bangunan tersebut.

“Kepada warga kami imbau tetap waspada. Sebab musibah kebakaran bisa terjadi kapan saja sebab tidak ada dalam kalender,” tukas Hery. (ket)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *