PDIP Tegaskan Tolak Pilkada Kaltim dengan Kotak Kosong

Sekretaris DPD PDIP Kaltim, Ananda Emira Moeis

Demokrat Dukung Isran Noor–Hadi Mulyadi, PDIP Tegaskan Tolak Pilkada Kaltim dengan Kotak Kosong

SAMARINDA. Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kaltim, Isran Noor–Hadi Mulyadi, resmi menerima Surat Keputusan (SK) dukungan dari Partai Demokrat, Pada Kamis malam (8/8). Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberikan tanggapan atas dukungan yang diterima pasangan petahana tersebut.

Sekretaris DPD PDIP Kaltim, Ananda Emira Moeis menegaskan, partainya tidak menginginkan adanya kotak kosong dalam Pilkada Kaltim 2024. Pihaknya ingin memastikan Pilkada Kaltim memberikan pilihan nyata kepada masyarakat, bukan kotak kosong.

“Mari kita doakan yang terbaik untuk Kaltim,” tegas Namda, Jumat (9/8).

Nanda menambahkan bahwa PDIP secara pusat juga sudah pasti memantau dinamika politik di Kaltim, termasuk isu kotak kosong yang belakangan ini santer dibicarakan. PDIP, kata Nanda, harus bersikap jelas, terutama dalam menentukan arah dukungan dari sembilan kursi parlemen yang dimilikinya.

Apabila PDIP memutuskan untuk mendukung Isran Noor–Hadi Mulyadi, Nanda menyatakan kesiapan partainya untuk bekerja sama dengan Demokrat demi memenuhi ambang batas pencalonan.

Dukungan PDIP, yang memiliki sembilan kursi, akan melengkapi dua kursi dari Demokrat, menjadikan total 11 kursi—cukup untuk memenuhi syarat 20 persen dari 55 kursi DPRD Kaltim yang dibutuhkan Isran Noor–Hadi Mulyadi.

“Kami siap memenangkan siapa pun yang diusung oleh DPP. Isu kotak kosong sudah menjadi pembicaraan luas dan DPP pasti sudah mengetahuinya. PDIP akan ikut serta dalam Pilkada Kaltim, dengan konsistensi dan keberanian yang sudah menjadi ciri khas kami. Kami ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kaltim,” lanjut Nanda.

Lebih lanjut, Nanda mengatakan bahwa saat ini keputusan akhir terkait dukungan PDIP kepada Isran Noor–Hadi Mulyadi tinggal menunggu instruksi dari DPP. DPD PDIP Kaltim telah menyerahkan seluruh berkas bakal calon yang mendaftar serta peta kontestasi politik di Kaltim untuk Pilkada November 2024 mendatang kepada DPP.

“Siapa pun yang akhirnya dipilih, kami berharap itu adalah yang terbaik bagi Kaltim. Kami sudah memberikan poin-poin penting kepada DPP, termasuk peta politik di daerah ini. Kini semuanya berada di tangan Ketua Umum dan DPP PDIP,” tutup Nanda.

PDIP optimis menghadapi Pilkada 2024 dengan target kemenangan, baik di Kaltim maupun di kabupaten/kota lainnya di provinsi tersebut. (jos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *