SAMARINDA – Banjir besar melanda Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara pada Senin, 7 Oktober 2024, akibat hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah besar di Kota Tepian.
Sebanyak ratusan rumah terendam banjir dan lumpur, sementara itu jalan poros yang menghubungkan Kota Samarinda dan Bontang juga mengalami lumpuh akibat genangan air, menyebabkan kemacetan panjang bagi pengguna jalan yang hendak melintas.
Data yang berhasil dihimpun menunjukkan bahwa air mencapai ketinggian 30 hingga 60 sentimeter, merendam tujuh Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Sungai Siring. Tujuh RT tersebut adalah RT 01, RT 04, RT 05, RT 06, RT 07, RT 08, dan RT 13, yang berdampak pada 729 jiwa dari 184 Kepala Keluarga. Banyak warga terpaksa mengungsi untuk sementara waktu.
Ropiah (39), salah satu warga terdampak, mengungkapkan bahwa banjir kali ini lebih parah dibandingkan sebelumnya. “Banjir sering terjadi di sini, tapi kali ini sangat besar,” keluh Ropiah saat diwawancarai oleh awak media habarhanyar.com
Selain itu, diwawancarai terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso, menyatakan bahwa timnya telah mengambil langkah penanganan darurat. “Kami telah menyiapkan armada truk dan perahu untuk evakuasi,” ungkapnya.
Suwarso juga menambahkan bahwa BPBD akan membuka dapur umum di kantor Kelurahan Sungai Siring untuk memenuhi kebutuhan pangan warga yang terdampak. “Kami fokus memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” katanya.
Warga Sungai Siring berharap pemerintah dapat lebih serius menangani masalah banjir, terutama dengan perbaikan sistem drainase di area rawan banjir.(dan)




