Tongkang Senggol Jembatan Mahulu, Satpolairud Lakukan Penyelidikan

SAMARINDA — Insiden kecelakaan air kembali terjadi di Sungai Mahakam. Sebuah tongkang dilaporkan menyenggol Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) yang berada di wilayah Loa Buah, Kota Samarinda, pada Selasa (23/12) sekitar pukul 05.00 Wita. Peristiwa tersebut langsung mendapat penanganan dari Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Samarinda dengan melibatkan instansi terkait.

Kasat Polairud Polresta Samarinda, Kompol Rachmat Aribowo, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat pada dini hari terkait benturan tongkang dengan struktur jembatan. Menindaklanjuti informasi itu, personel Satpolairud segera diarahkan menuju lokasi kejadian guna memastikan kondisi di lapangan.

“Begitu mendapat laporan, anggota langsung kami perintahkan untuk mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan awal,” ujar Kompol Rachmat saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, hingga saat ini petugas masih berada di lokasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi jembatan, khususnya pada bagian pilar yang diduga tersenggol oleh tongkang saat melintas.

Menurut Kompol Rachmat, kapal yang terlibat dalam insiden tersebut merupakan tongkang berkode M80-1302 yang sedang ditarik oleh tugboat KD 2018. Saat kejadian, kapal diketahui tengah dalam proses persiapan pengolongan. Namun, dalam manuver tersebut, tongkang diduga tidak terkendali sehingga menyentuh bagian jembatan.

“Tongkang tersebut sedang persiapan pengolongan. Dalam proses itu terjadi penyenggolan terhadap Jembatan Mahulu,” jelasnya.

Terkait bagian jembatan yang terdampak, Kompol Rachmat mengatakan pihaknya belum dapat memastikan secara detail. Berdasarkan informasi sementara, pilar yang terkena diduga berada di bagian tengah jembatan atau sekitar pilar ke enam. Namun, kepastian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan teknis dari tim gabungan.

“Untuk titik pasti pilarnya masih kami dalami. Anggota masih melakukan cek TKP, nanti hasil koordinasi dengan PUPR dan penyelidikan akan kami sampaikan,” katanya.

Sementara itu, tongkang beserta nakhoda telah diamankan oleh pihak kepolisian. Keduanya saat ini menjalani pemeriksaan di Satpolairud Polresta Samarinda untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kompol Rachmat menegaskan, pihaknya akan menangani kasus ini sesuai prosedur serta terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan keamanan dan kelayakan Jembatan Mahulu agar tetap aman digunakan masyarakat. (cee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *