SAMARINDA. Suasana pagi di ruang IGD RSUD AW Sjahranie, Rabu (25/12), berubah jadi momen yang akan diingat banyak orang. Bukan karena kecelakaan besar atau kejadian medis biasa, tetapi karena insiden yang melibatkan seorang pria, sebuah bering motor, dan lokasi yang sama sekali tidak terduga: alat kelaminnya!
Kisah ini bermula ketika seorang pria datang ke rumah sakit dengan raut wajah penuh penyesalan, sambil menahan rasa sakit yang luar biasa. Masalahnya? Sebuah cincin berbahan bering motor terpasang di tempat yang seharusnya tidak pernah menjadi tempat cincin tersebut berada. Cincin terpasang di alat kelamin membuat pria tersbeut sudah untuk buang air kecil.

Setelah mencoba berbagai cara, tim medis memutuskan mereka membutuhkan bantuan khusus. Dan siapa lagi yang lebih ahli dalam situasi “darurat teknis” kalau bukan petugas pemadam kebakaran?
Fajar Kahiri, petugas pemadam kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda yang menangani kasus ini, mengaku ini adalah pengalaman yang benar-benar di luar dugaan. “Biasanya kami dipanggil untuk kebakaran rumah, kebakaran hutan, atau setidaknya menyelamatkan kucing yang nyangkut di pohon, atau cincin yang ada di jari tangan. Tapi kali ini, ya… tantangannya beda,” ujar Fajar sambil tersenyum.
Menurutnya, tim langsung bergerak dengan membawa alat potong khusus. Mereka bekerja sama dengan tim medis untuk memastikan proses pelepasan berjalan aman dan tanpa cedera tambahan. “Kami harus sangat hati-hati, karena salah sedikit saja bisa fatal,” jelasnya.
Proses pelepasan bering berlangsung selama 30 menit di ruang IGD, dengan sejumlah penonton tak resmi—yaitu staf rumah sakit—yang tak bisa menyembunyikan rasa heran sekaligus geli. Setelah perjuangan yang penuh kehati-hatian, cincin akhirnya berhasil dilepaskan.
Saat ditanya bagaimana bering itu bisa sampai di tempat tersebut, Fajar hanya tertawa kecil. “Sepertinya kreativitasnya kebablasan. Tapi ya sudahlah, kami di sini untuk membantu,” katanya dengan nada diplomatis.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa tidak semua ide kreatif itu aman untuk dilakukan. “Kami mengimbau warga untuk bijak menggunakan barang sesuai fungsi aslinya. Kalau ada ide-ide nyeleneh, pikirkan dulu baik-baik risikonya,” tambah Fajar.
Kisah ini kini menjadi bahan pembicaraan. Beberapa rekan Fajar bahkan bercanda bahwa mereka kini bisa menambahkan “ahli pelepas cincin dari lokasi tak lazim” dalam daftar tugas mereka.
Dengan selesainya misi unik ini, pria tersebut bisa pulang dengan lega meski mungkin dengan rasa malu yang tak kunjung reda. Dan untuk tim damkar, ini hanyalah hari lain dalam pekerjaan yang penuh kejutan. (ket)




