Korsleting Listrik, Tempat Usaha Teh Ludes Dilahap Api

Korsleting Listrik, Tempat Usaha Teh Ludes Dilahap Api

SUNGAI PINANG. Suasana pagi yang semula tenang di Jalan Gerilya, RT 103, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, mendadak berubah mencekam. Sebuah bangunan tempat usaha yang menjual teh siap saji di dekat Gang Keluarga hangus dilalap api, Sabtu (7/12). Kejadian ini mengejutkan warga sekitar, memicu kepanikan di kawasan padat penduduk.

Api diduga berasal dari korsleting listrik, dengan cepat menjalar dan melahap habis bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu. Tidak ada penghuni di tempat usaha tersebut karena aktivitas jual-beli belum dimulai.

“Kobaran api pertama kali terlihat sekitar pukul 06.30 Wita di bagian depan atap bangunan. Kami langsung berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, tapi tidak banyak membantu karena apinya terlalu besar,” ungkap Sukardi (39), warga setempat yang menjadi saksi kejadian.

Unit pemadam kebakaran tiba sekitar 15 menit setelah kejadian dilaporkan. Puluhan relawan turut bergabung membantu proses pemadaman. Namun, kondisi pintu yang terkunci membuat petugas harus membobolnya untuk bisa menyemprot ke bagian dalam bangunan.

“Bangunan sudah terkunci karena belum buka. Kami butuh waktu sekitar satu jam untuk mengendalikan api yang sudah menjalar ke seluruh bangunan,” ujar Polly Rachman, Komandan Regu Posko 1 Damkar Samarinda.

Meski api berhasil dipadamkan, bangunan tempat usaha “Selalu Teh” beserta seluruh isinya hangus tak bersisa. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa ini.

Hingga kini, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Namun, indikasi awal mengarah pada korsleting listrik. “Dugaan sementara, kebakaran ini dipicu korsleting. Kami masih menunggu hasil investigasi lengkap,” jelas Polly.

Insiden ini kembali menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk memeriksa instalasi listrik secara berkala. Kelalaian dalam pemeliharaan listrik kerap menjadi pemicu utama kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan perangkat listrik. Pastikan instalasi listrik aman untuk menghindari tragedi serupa,” tukas Polly. (ket)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *