Pria Ditemukan Meninggal Membusuk di Rumah Samarinda

Korban saat dievakuasi oleh tim Inafis Polresta Samarinda

 

Habarhanyar.com, Samarinda— Warga Jalan Rimbawan 2 RT 33, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang telah meninggal dunia di dalam rumahnya, Sabtu (23/5/2026) malam. Korban diketahui berinisial NI (36) dan ditemukan dalam kondisi tubuh telah membusuk.

Penemuan tersebut bermula ketika warga sekitar mencium aroma tidak sedap yang berasal dari rumah korban. Bau menyengat itu semakin kuat dalam beberapa hari terakhir sehingga memunculkan kecurigaan warga, terlebih korban sudah cukup lama tidak terlihat beraktivitas maupun keluar rumah seperti biasanya.

Karena khawatir terjadi sesuatu, warga kemudian berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk melakukan pengecekan ke dalam rumah. Saat memasuki kamar korban sekitar pukul 20.19 Wita, mereka menemukan NI sudah tidak bernyawa dalam posisi tengkurap. Temuan itu langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polresta Samarinda bersama Tim Identifikasi atau Inafis segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Pamapta II Polresta Samarinda, Ipda Ilham Satria Brajanata, mengatakan petugas langsung bergerak setelah menerima informasi terkait penemuan mayat di kawasan tersebut.

“Setelah menerima laporan dari warga, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal terhadap korban,” ujar Ilham.

Saat petugas tiba di lokasi, korban ditemukan berada di dalam kamar rumahnya dengan kondisi tubuh yang sudah mengalami pembusukan. Karena kondisi jenazah serta adanya informasi awal mengenai dugaan korban terinfeksi B20, petugas menerapkan prosedur khusus saat proses evakuasi.

“Evakuasi dilakukan menggunakan pakaian pelindung khusus atau hazmat sebagai langkah antisipasi terhadap risiko yang mungkin timbul saat penanganan korban,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal Tim Inafis, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari tiga hari sebelum ditemukan. Kondisi jasad yang telah membusuk menjadi salah satu indikator yang menguatkan perkiraan tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diperkirakan sudah meninggal lebih dari tiga hari sebelum ditemukan,” jelas Ilham.

Selain melakukan identifikasi terhadap korban, petugas juga menemukan sejumlah obat-obatan di lokasi kejadian yang diduga sempat dikonsumsi korban sebelum meninggal dunia. Informasi dari pihak keluarga menyebutkan korban memiliki riwayat penyakit tertentu yang sedang dideritanya.

“Informasi sementara dari keluarga dan temuan di lokasi terdapat obat-obatan yang diduga dikonsumsi korban. Dugaan awal, korban juga terindikasi mengidap B20,” ungkapnya.

Meski demikian, polisi menegaskan penyebab pasti kematian korban belum dapat disimpulkan. Untuk memastikan penyebab meninggalnya korban, jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis sebelum memastikan penyebab kematian NI. Sementara itu, kasus tersebut kini masih dalam penanganan aparat untuk memastikan tidak ada unsur lain yang berkaitan dengan kematian korban. (dtg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *