Jembatan Mahkota II

Pemeliharaan Belum Tuntas, Jembatan Mahkota II Bahayakan Pengendara

Pengendara melintas di jalur yang dikelupas di Jembatan Mahkota II

SAMARINDA. Proyek pemeliharaan Jembatan Achmad Amin atau yang lebih dikenal Jembatan Mahkota II kini tengah berjalan. Pemeliharaan jembatan ini merupakan salah satu rangkaian untuk menyulap jembatan menjadi konsep Golden View yang terinspirasi dari Thailand.

Jembatan penghubung Kecamatan Sambutan dan Palaran saat ini dalam proses pemeliharaan aspal atau overly aspal. Pengaspalan dilakukan dengan jenis aspal asphalt concrete – wearing course (AC-WC) yang menelan anggaran senilai Rp 4,2 miliar. Pemeliharaan jembatan akan selesai pada 27 Juli mendatang.

Dari pantuan, Minggu (21/7) sebelum dilakukan pengaspalan. Dilakukan penglupasan aspal lama dari sisi sambutan menuju Palaran.

Lantaran belum tuntasnya pengejaan pengasapalan. Para pengendara khusunya motor harus lebih waspada saat melintas di jalur tersebut. Pasalnya, jalan tidak rata, bergelombang dan banyak kerikil. Salah mengambil jajalan bukan tidak mungkin pemotor bisa terjatuh.

Surita (41) salah satu pengguna jalan mengungkapkan, sangat berbahaya melintas di jalan yang telah dikelupas karena tidak rata dan bergelombang. Dirinya harus pelan karena takut terjatuh.

“Jalannya tidak rata. Katanya mau diaspal baru. Tapi sebelum diaspal sudah ada pemotor terjatuh. Membahayakan sekali melintas,” ungkap Surita.

Rahmat Saidi (43) pemotor lainnya mengaku terpaksa melintas jembatan mahkota meski jalan tidak rata dan cukup membahayakan. Riswan tidak mengetahui akan jadi apa jalan jembatan dengan kondisi seperti itu.

“Sangat membahayakan. Seperti naik motor ban kempes. Kesana kemari laju motor kalau tidak hati-hati,” ungkap Rahmat.

Riswan (39) warga Sungai Kapih mengungkapkan keraguannya terhadap target penyelesaian akhir Juli. Menurutnya, progress di lapangan belum terlihat secara signifikan.

“Katanya akhir Juli ini sudah selesai, tapi progres belum keliatan banget. Terus juga pas saya lewat jarang ada liat petugas di jembatan,” sebutnya.

Meski demikian, Riswan tetap memilih Jembatan Mahkota II lantaran lebih cepat dibandingkan jika harus melalui Jembatan Mahakam.

“Ya kadang macet, lewat situ juga jadinya gak enak tapi ya mau tidak mau. Sayangnya berdebu aja, mungkin efek pengupasan aspal itu,” tutup Riswan. (ket)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *