
SAMARINDA. Insiden tragis menimpa Siswaji (50), operator crane, yang dilaporkan hilang setelah tercebur ke Sungai Mahakam pada Selasa pagi (30/7). Kejadian ini terjadi di perairan Sungai Lais, Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, ketika Siswaji mencoba berpindah dari tongkang BG Labanan 6 ke tongkang BG KBT 18 sekitar pukul 08.30 WITA.
Saat melompat dari tongkang BG Labanan 6 ke tongkang BG KBT 18, Siswaji kehilangan keseimbangan dan terjatuh di antara kedua tongkang tersebut. Upaya penyelamatan yang dilakukan oleh rekan-rekan kerjanya tidak berhasil menemukan Siswaji.

Laporan tentang kejadian ini diterima oleh Pos SAR Samarinda pada pukul 12.40 WITA. Komandan Tim Basarnas Samarinda, Hendra, menyatakan bahwa tim segera berkoordinasi dengan pihak terkait dan mengirimkan tim penyelamat ke lokasi pada pukul 12.55 WITA.
Tim penyelamat yang terlibat meliputi Tim Rescue Pos SAR Samarinda, Direktorat Polisi Perairan Polda Kalimantan Timur, Polresta Samarinda, Kru Kapal Tongkang BG Labanan, dan Relawan Samarinda. Peralatan yang digunakan antara lain truk personil, mobil penyelamat, perahu karet, perangkat pencarian bawah air, drone thermal, perlengkapan selam, komunikasi, dan medis.
“Pencarian dilakukan dari titik awal Siswaji dilaporkan tenggelam hingga radius 1 kilometer,” kata Hendra. Dia juga mengungkapkan bahwa Siswaji saat kejadian dalam kondisi kurang sehat dan mengenakan kaos hitam serta celana pendek.
“Hingga sore hari, Siswaji belum ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan pada esok hari,” tutup Hendra. (ket)



