Nekat Berenang, Remaja Hilang di SKM

Tim SAR gabungan lakukan pencarian Ridho Mustofa Hilmi yang hilang di Sungai Karang Mumus (SKM) saat berenang.

SUNGAI PINANG LUAR. Berenang di Sungai Karang Mumus (SKM) seorang remaja tenggelam dan hilang di sungai berarus deras tersebut. Peristiwa ini membuat geger warga yang tinggal di bantaran sungai tepatnya di Jalan Agus Salim, Gang Tanjung, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, Minggu (4/8) siang.

Peristiwa nahas ini bermula saat Ridho Mustofa Hilmi (15) bermain layangan bersama Galih (16) dan Farid (14) sekitar pukul 11.00 Wita di pinggir sungai. Asik bermain, Ridho kemudian mengajak rekannya untuk berenang menyeberangi sungai menuju kapal pasir.

Nahas, saat di tengah sungai entah karena kurang bisa berenang. Ridho kemudian berteriak minta tolong. Dua rekannya yang mendengar teriakan itu lantas berupaya menolong.

“Dua rekannya ini berupaya menggapai Ridho yang sudah tenggelam. Sempat memegang bajunya namun terlepas karena arus deras,” ungkap Heri (43) warga sekitar.

“Galih yang berniat menolong bahkan sempat lemas. Untungnya Farid berhasil menyeret ke pinggir. Namun Ridho temggelam,” imbuhnya.

Suriansyah (46) orang tua Ridho yang datang ke lokasi kejadian mengaku kaget mendengar anaknya tenggelam di SKM. Setahu dirinya, putranya itu memang tidak bisa berenang.

“Informasi yang saya terima anak saya bermain bersama beberapa rekannya di sungai. Padahal anak saya tidak bisa berenang,” ungkap Suriansyah.

“Namun, karena tidak bisa berenang, Ridho mengalami kesulitan dan tenggelam,” ungkapnya.

Upaya pencarian Ridho awalnya dilakukan secara manual oleh warga sekitar. Namun tak membuahkan hasil. Bantuan pencarian kemudian datang dari tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, Disdamkar, Polairud Polresta Samarinda, Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda dan relawan. Proses pencarian dilakukan di sekitar Ridho di kabarkan hilang.

“Pencarian menggunakan 5 perahu. Kemudian dilakukan penyelaman di sekitar lokasi Ridho tenggelam,” kata Koordinator Pos SAR basarnas Samarinda, Riqi Effendi.

Upaya pencarian dengan penyelaman yang dilakukan Basarnas Samarinda belum membuahkan hasil. Beberapa faktor menjadi penyebab belum ditemukannya Ridho.

“Banyak sampah, batang kayu karena disekitar sungai ini banyak bongkaran bangunan, jarak pandang atau feasibility nol dan arus cukup deras,” ungkap Riqi.

Tim SAR gabungan terus berupaya mencari Ridho. Sementara warga sekitar turut membantu proses pencarian tersebut. (ket)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *