SAMARINDA. Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Jalan Ulin, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Selasa (12/11) dini hari. Peristiwa ini menghanguskan dua rumah, enam tempat usaha, serta belasan sepeda motor milik warga yang berada di lokasi kejadian.
Menurut laporan, kebakaran terjadi sekitar pukul 00.50 Wita. Awalnya, kepulan asap tebal terlihat membumbung dari salah satu bangunan di lokasi tersebut, tepatnya dari sebuah bengkel yang berada di deretan bangunan padat penduduk.
Muhammad Sandri (37), seorang saksi mata sekaligus warga setempat, mengatakan bahwa warga awalnya hanya melihat asap, tetapi tak berselang lama api langsung membesar dengan cepat.
“Awalnya hanya terlihat kepulan asap, tetapi api langsung menyebar begitu cepat. Penghuni bengkel tidak langsung menyadari karena mereka sedang tertidur. Setelah warga berteriak memberi tahu, baru mereka keluar dari bangunan,” ujar Sandri.
Sontak, kepanikan melanda warga sekitar. Mereka berupaya membantu memadamkan api dengan alat seadanya, seperti ember dan selang air kecil. Namun, upaya warga terhambat oleh kondisi bangunan yang berdempetan dan sebagian besar berbahan material kayu yang mudah terbakar. Dalam waktu singkat, kobaran api menyebar ke bangunan di sekitarnya, melalap habis dua rumah dan enam tempat usaha.
Tidak lama berselang, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda tiba di lokasi bersama relawan. Mereka segera melakukan upaya pemadaman dengan berbagai peralatan pemadam yang tersedia.
Namun, proses pemadaman sempat terkendala akibat minimnya pasokan air di sekitar lokasi, serta banyaknya warga yang berkerumun menyaksikan kejadian tersebut, yang mengakibatkan petugas kesulitan mengakses titik-titik api secara langsung.
“Kami mengalami kesulitan dalam memasok air untuk memadamkan api, sementara banyak warga yang masih menonton dan menghalangi akses petugas untuk sampai ke titik api,” ujar Teguh Setywardhana, Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda.
Meski begitu, berkat kerja keras dan upaya yang tidak kenal lelah, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah lebih dari satu jam berjuang.
Menurut data yang dihimpun oleh Info Taruna Samarinda (ITS), kebakaran ini menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Dua rumah dan satu rumah toko (ruko) yang berisi enam tempat usaha hangus terbakar. Selain itu, sebanyak 12 unit sepeda motor milik warga juga tidak bisa diselamatkan dari kobaran api. Dampak kebakaran ini turut dirasakan oleh 13 jiwa dari enam kepala keluarga yang tinggal di lokasi tersebut.

Teguh mengonfirmasi bahwa meskipun kerugian materi cukup besar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa ini.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat ini fokus kami adalah memastikan keamanan area pasca-kebakaran agar tidak ada lagi potensi kebakaran susulan. Kami juga akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menyelidiki penyebab pasti dari kebakaran ini,” tambah Teguh.
Dugaan sementara dari petugas menyebutkan bahwa kebakaran kemungkinan besar disebabkan oleh korsleting listrik di salah satu tempat usaha.
“Pihak berwenang akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran,” tukas Teguh. (ket)




