SAMARINDA – Menjelang perayaan Natal 2025 dan pergantian Tahun Baru 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Samarinda meningkatkan kesiapsiagaan di seluruh wilayah kota. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan untuk meminimalkan potensi kebakaran yang biasanya meningkat seiring tingginya aktivitas masyarakat pada momen libur akhir tahun.
Kepala Dinas Damkar Kota Samarinda, Hendra AH, mengatakan bahwa pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menjadi bahan evaluasi penting. Ia mengungkapkan, sejumlah kejadian kebakaran pada malam pergantian tahun kerap dipicu oleh kelalaian warga, terutama akibat permainan kembang api dan petasan. Jenis kembang api air mancur disebut paling sering menjadi penyebab munculnya api di lingkungan permukiman.
Menurut Hendra, masih ditemukan anak-anak yang bermain kembang api tanpa pengawasan orang dewasa. Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya karena berpotensi memicu kebakaran dan membahayakan keselamatan jiwa.
“Setiap perayaan tahun baru selalu kami evaluasi. Faktanya, masih ada kejadian kebakaran akibat kembang api yang dimainkan sembarangan dan tanpa pengawasan,” ujar Hendra, Kamis (18/12).
Ia mencontohkan, beberapa insiden pernah terjadi di kawasan Agus Salim dan Jalan Lambung. Percikan api dari kembang api mengenai material mudah terbakar, sehingga api cepat membesar dan memicu kepanikan warga sekitar. Dalam situasi tersebut, sebagian warga sempat berusaha memadamkan api secara mandiri sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Namun, Hendra menegaskan bahwa upaya pemadaman dengan peralatan seadanya justru berisiko tinggi. Tanpa pengetahuan dan perlengkapan yang memadai, tindakan tersebut bisa menyebabkan cedera atau memperparah kondisi kebakaran.
Sebagai langkah pencegahan, Damkar Samarinda mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan kembang api maupun air mancur di sekitar rumah, kendaraan, serta lokasi yang menyimpan bahan mudah terbakar. Warga yang ingin merayakan malam pergantian tahun diminta memilih lokasi terbuka yang aman dan memastikan adanya pengawasan orang dewasa.
Selain imbauan, Damkar Samarinda menyiapkan 175 personel yang disiagakan di 11 pos pemadam kebakaran di seluruh kota. Seluruh pos akan beroperasi selama 24 jam guna memastikan respons cepat terhadap laporan kebakaran maupun keadaan darurat lainnya.
“Kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari upaya preventif kami. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Jika melihat potensi bahaya, segera laporkan agar dapat ditangani dengan cepat,” pungkas Hendra. (cee)




