Berhenti di Traffic Light, Pengemudi Tewas

SAMARINDA UTARA. jelang senja, keramaian arus lalulintas di persimpangan Sempaja, Jalan Wahid Hasyim 1, berubah mencekam ketika sebuah mobil Toyota Rocky dengan nomor polisi KT 1719 WW mendadak berhenti dan tak bergerak meski lampu hijau sudah menyala.

Insiden ini menggemparkan warga sekitar, terlebih setelah diketahui pengemudi mobil tersebut mengalami kejang dan akhirnya meninggal dunia, Senin (9/12)

Kejadian bermula sekitar pukul 18.00 Wita. Mobil yang awalnya berhenti di traffic light tetap diam meski lampu hijau telah menyala beberapa kali. Awalnya, para pengendara lain mengira pengemudi hanya lengah atau mobilnya mogok. Namun, kecurigaan muncul ketika pengemudi terlihat bergerak tak wajar di dalam mobil, seperti mengalami kejang.

Melihat situasi yang mengkhawatirkan, beberapa warga bergegas mencari bantuan ke Posko 2 Pemadam Kebakaran Samarinda, yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Petugas Damkar tiba hanya dalam hitungan menit dan langsung mengambil langkah darurat.

“Kami melihat kondisi pengemudi yang tidak responsif dari luar kaca. Karena tidak ada akses lain, kami memutuskan untuk memecahkan kaca samping belakang mobil agar bisa segera memberikan pertolongan,” kata Ichwan Wahyudin, salah satu petugas Damkar.

Setelah berhasil membuka pintu, petugas menemukan pengemudi yang belakangan diketahui bernama Alpian (56), warga Jalan Wahid Hasyim 2, Sempaja Utara, dalam keadaan tak sadarkan diri. Petugas kemudian memindahkan tubuh Alpian ke kursi penumpang depan untuk memudahkan evakuasi.

Mobil tersebut dikemudikan langsung oleh salah satu petugas Damkar menuju RSUD AW Sjahranie dengan pengawalan ketat dari unit komando Damkar. Kecepatan menjadi prioritas, mengingat setiap detik dapat menentukan hidup dan mati korban.

Sesampainya di RSUD AW Sjahranie, tim medis langsung memberikan pertolongan. Namun, dalam waktu beberapa menit, dokter menyatakan bahwa Alpian telah meninggal dunia.

“Setelah diperiksa, pasien sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat tiba di rumah sakit. Riwayat kesehatan dari keluarga menyebutkan bahwa korban memiliki asma, dan kami juga menemukan obat inhaler di dalam mobilnya. Namun, penyebab pastinya masih perlu diteliti lebih lanjut,” ungkap Ichwan, salah satu petugas yang turut menangani evakuasi.

Polisi yang tiba di tempat kejadian segera melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden ini. Dugaan sementara mengarah pada serangan medis mendadak seperti asma akut atau serangan jantung.

“Benar seorang pengemudi mobil dinyatakan meninggal dunia. Diduga kuat karena sakit. Namun untuk penyebab pasti masih dalam penyelidikan kami,” singkat Kapolsekta Sungai Pinang, AKP Aksaruddin Adam. (ket)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *