Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang Ipda Roy Sihombing
Habarhanyar.com, Samarinda— Aparat kepolisian dari Polsek Sungai Kunjang bergerak cepat menangani kasus dugaan penikaman yang terjadi di sebuah guest house kawasan Kompleks Pergudangan Nusantara Tahap IV, Jalan Teuku Umar, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Rabu (1/7/2026) sore. Seorang pria yang diduga sebagai pelaku berhasil diamankan tak lama setelah kejadian, berikut barang bukti senjata tajam yang diduga digunakan untuk menyerang korban.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 Wita dan langsung memicu kepanikan warga sekitar. Informasi awal mengenai insiden itu diperoleh polisi dari laporan masyarakat yang menyebut telah terjadi aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam di lokasi kejadian.
Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, Roy Sihombing, mengatakan pihaknya segera menerjunkan personel sesaat setelah laporan diterima.
“Benar, sekitar pukul 17.00 Wita kami menerima laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam di Jalan Teuku Umar. Setelah menerima informasi tersebut, personel Polsek Sungai Kunjang langsung bergerak menuju TKP,” ujar Roy saat ditemui di Markas Polsek Sungai Kunjang.
Saat tiba di lokasi, petugas mendapati dugaan tindak kekerasan tersebut memang benar terjadi. Polisi kemudian langsung mengamankan pria yang diduga sebagai pelaku agar situasi tetap terkendali. Sementara itu, korban segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan pertolongan medis.
“Pada saat sampai di TKP memang benar terjadi dugaan tersebut. Untuk pelaku sudah kami amankan bersama barang buktinya, kemudian korban juga sudah dibawa ke rumah sakit terdekat,” jelasnya.
Dalam proses pengamanan, polisi turut menyita barang bukti berupa sebilah pisau model sangkur yang diduga digunakan saat penyerangan berlangsung. Senjata tajam tersebut kini menjadi bagian dari alat bukti utama dalam proses penyidikan.
“Barang bukti yang diamankan dari pelaku berupa pisau model seperti sangkur,” ungkap Roy.
Hingga saat ini, penyidik masih mendalami motif di balik insiden berdarah tersebut dengan memeriksa terduga pelaku serta sejumlah saksi.
“Untuk saat ini penyelidik masih mendalami terkait motif kejadian tersebut,” katanya.
Berdasarkan keterangan awal, korban dan terduga pelaku diketahui tidak bekerja di perusahaan yang sama. Korban bekerja di perusahaan lain, sementara pelaku disebut berprofesi sebagai petugas keamanan di sekitar lokasi kejadian. Adapun kondisi korban masih dalam penanganan intensif tim medis.
“Untuk kondisi korban saat ini kami belum bisa memastikan karena masih menunggu hasil dari rumah sakit, termasuk bagian tubuh yang mengalami luka,” tutup Roy. (dtg)




