Korban saat Dievakuasi oleh tim Inafis Polresta Samarinda
Habarhanyar.com, Samarinda— Warga Gang H Saleh, Jalan Ir Sutami, RT 05, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, digegerkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia berinisial KU (64) yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di belakang rumahnya, Minggu (25/5/2026) pagi.
Korban ditemukan sekitar pukul 10.00 Wita oleh seorang warga yang sedang berjalan kaki untuk menjemput anaknya pulang sekolah. Saat melintas di sekitar lokasi, saksi melihat tubuh korban tergantung di area belakang rumah dengan seutas tali jemuran melilit di bagian leher.
Penemuan tersebut sontak membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi. Sejumlah warga yang mengenal korban mengaku tidak menyangka pria yang dikenal ramah dan aktif di lingkungan itu ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.
Kusna (39), warga yang pertama kali melihat korban, mengatakan awalnya ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Setelah memastikan kondisi tersebut, ia langsung meminta bantuan warga lainnya dan melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib.
“Saya mau jemput anak sekolah. Pas lewat belakang rumah korban, saya lihat seperti ada orang tergantung. Setelah saya perhatikan ternyata benar. Saya langsung panggil warga dan minta bantuan,” ujarnya.
Menurut Kusna, korban selama ini dikenal sebagai sosok pekerja keras yang sehari-hari bekerja sebagai tukang. Selain itu, KU juga pernah menjadi marbot dan sering mengumandangkan azan di langgar yang berada tidak jauh dari rumahnya.
“Beliau orang baik dan aktif di lingkungan. Bahkan tadi subuh masih sempat azan di langgar. Makanya warga sangat kaget mendengar kabar ini,” katanya.
Tak lama setelah menerima laporan, personel Polresta Samarinda bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Pamapta II Polresta Samarinda, Ipda Ilham Satria Brajanata, mengatakan korban ditemukan dalam posisi tergantung menggunakan tali jemuran yang terpasang di area belakang rumah.
“Laporan awal yang kami terima adalah adanya penemuan mayat yang diduga bunuh diri. Korban ditemukan tergantung dengan tali jemuran yang melilit di bagian leher,” ujar Ilham.
Meski demikian, hasil pemeriksaan awal Tim Inafis menunjukkan adanya temuan yang masih perlu didalami lebih lanjut. Polisi belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban karena ditemukan indikasi yang mengarah pada dugaan kekerasan.
“Ada indikasi kekerasan yang ditemukan saat pemeriksaan awal. Karena itu kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban,” jelasnya.
Ilham menambahkan, petugas tidak menemukan adanya patahan pada bagian leher korban. Namun, ditemukan dua patahan pada rahang sebelah kanan yang kini menjadi perhatian penyidik.
“Jenazah telah dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk dilakukan pemeriksaan medis. Apabila nantinya ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana, maka autopsi akan dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian secara pasti,” pungkasnya. (dtg)




