Bantuan Gratispol Kaltim Sudah Cair Sangat Dibutuhkan Mahasiswa Daerah Terpencil

Tenaga Ahli Gubernur Kaltim Rusman Yaqub (dok)

 

Habarhanyar.com, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan program beasiswa pendidikan tinggi Gratispol tetap dilanjutkan pada 2026 meski masih menuai sejumlah kritik terkait teknis pelaksanaan. Program yang digagas Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji itu disebut sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa di Bumi Etam, sementara evaluasi terus dilakukan terhadap berbagai kendala yang muncul di lapangan.

Sejak berjalan, program Gratispol menjadi perhatian luas masyarakat. Sejumlah mahasiswa dan orang tua mengeluhkan persoalan administrasi, syarat penerima bantuan, hingga mekanisme pencairan dana yang dinilai belum sepenuhnya berjalan lancar.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kaltim menilai polemik yang berkembang lebih banyak berkaitan dengan aspek teknis, bukan tujuan utama program tersebut.

Tenaga Ahli Gubernur Kaltim, Rusman Yaqub, mengatakan Gratispol lahir untuk membantu masyarakat memperoleh akses pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah yang tinggi.

“Yang menjadi pembahasan di masyarakat kebanyakan memang soal teknis pelaksanaan. Tetapi secara substansi, program ini sangat baik karena membuka kesempatan pendidikan lebih luas bagi masyarakat Kaltim,” kata Rusman.

Ia mengakui pada tahap awal implementasi masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu diperbaiki. Menurutnya, pemerintah terbuka menerima kritik dan masukan agar pelaksanaan program semakin optimal ke depannya.

“Program sebesar ini tentu membutuhkan proses penyesuaian. Tidak mungkin langsung sempurna sejak awal berjalan. Karena itu evaluasi terus dilakukan agar pelaksanaannya semakin baik,” ujarnya.

Di tengah evaluasi yang berlangsung, penyaluran bantuan pendidikan tetap berjalan. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Kaltim, Dasmiah, menyebut pencairan bantuan hingga Maret 2026 telah dilakukan dalam dua tahap.

Pada tahap kedua yang dicairkan 17 Maret 2026, bantuan diberikan kepada 27.548 mahasiswa dari 51 perguruan tinggi dengan total anggaran mencapai Rp117,55 miliar.

“Jika digabungkan dengan tahap pertama pada Februari 2026, total penerima manfaat mencapai 48.676 mahasiswa dengan nilai bantuan sekitar Rp220,65 miliar,” jelas Dasmiah.

Pemprov Kaltim menargetkan sekitar 158.981 mahasiswa dapat menerima manfaat Gratispol sepanjang 2026 dengan dukungan anggaran mencapai Rp1,377 triliun.

Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan pendidikan tetap menjadi prioritas pembangunan daerah karena dinilai berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami ingin generasi muda Kaltim memiliki kesempatan kuliah tanpa terkendala biaya sehingga masa depan mereka bisa lebih baik,” pungkas Rudy. (dtg/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *