Kaltim Masuk Empat Besar IPM Nasional 2025

Mantan anggota DPRD Kaltim 2014-2019, Zain Taufik Nurrokman (Istimewa)

 

Habarhanyar.com, Samarinda — Provinsi Kalimantan Timur kembali mencatatkan prestasi dalam pembangunan sumber daya manusia setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025. Dalam laporan yang dipublikasikan pada 24 April 2026, Kaltim menempati posisi sebagai provinsi dengan IPM tertinggi di Pulau Kalimantan dengan nilai 79,39, sekaligus masuk empat besar nasional di bawah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kepulauan Riau. Capaian itu diperoleh melalui peningkatan sektor kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Angka tersebut juga melampaui rata-rata nasional yang berada di level 75,90. Di kawasan Kalimantan, posisi Kaltim masih unggul dibanding provinsi lainnya dan dinilai menunjukkan konsistensi pembangunan manusia dalam beberapa tahun terakhir.

Pengamat daerah sekaligus mantan anggota DPRD Kaltim periode 2014–2019, Zain Taufik Nurrokman, menilai tingginya capaian IPM menjadi indikator bahwa pembangunan daerah berjalan berkesinambungan dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya.

“Pembangunan manusia itu tidak bisa dicapai dalam waktu singkat. Dibutuhkan kesinambungan kebijakan agar hasilnya bisa dirasakan masyarakat secara luas,” ujarnya pada Kamis (14/5/2026)

Menurut Zain, posisi Kaltim yang tetap bertahan di papan atas nasional menjadi gambaran bahwa kualitas pelayanan publik di berbagai sektor mengalami perkembangan positif.

“Ketika indikator pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat meningkat secara bersamaan, artinya pembangunan daerah bergerak ke arah yang baik,” katanya.

Pada sektor kesehatan, Kaltim mencatat Umur Harapan Hidup (UHH) sebesar 75,28 tahun pada 2025. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Pulau Kalimantan dan berada di atas rata-rata nasional sebesar 74,47 tahun.

Sementara di bidang pendidikan, Harapan Lama Sekolah (HLS) masyarakat Kaltim mencapai 14,04 tahun. Capaian itu menunjukkan anak-anak di Kaltim memiliki peluang mengenyam pendidikan hingga jenjang Diploma II atau setara perguruan tinggi awal.

Dari sisi ekonomi, pengeluaran riil per kapita masyarakat Kaltim tercatat Rp14,25 juta per tahun, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar Rp12,80 juta. Kondisi tersebut memperlihatkan tingkat daya beli masyarakat yang relatif kuat.

Zain menambahkan, capaian itu menjadi modal penting bagi Kaltim dalam menghadapi transformasi besar sebagai wilayah penyangga utama pembangunan Ibu Kota Nusantara atau Ibu Kota Nusantara. (dtg/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *