BMKG Samarinda Waspadai Cuaca Ekstrem, Dua Periode Puncak Hujan Hingga Awal Tahun

SAMARINDA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di Kota Samarinda hingga akhir tahun dan awal 2026. Kepala Stasiun BMKG Samarinda, Riza Arian Noor, menyebutkan bahwa berdasarkan analisis curah hujan 10 harian, kondisi hujan di Samarinda pada Desember masih berada dalam kategori menengah.

Curah hujan di wilayah Samarinda dari awal, pertengahan hingga akhir Desember berkisar pada kategori menengah,” kata Riza, Jumat (05/12/2025).

Meski demikian, ia menegaskan potensi cuaca ekstrem tetap dapat terjadi karena faktor cuaca yang sangat dinamis. Namun, Riza memastikan wilayah Samarinda relatif aman dari ancaman siklon tropis. Hal itu disebabkan posisi geografis Samarinda yang berada di sekitar garis ekuator. “Kalau siklon tidak berpotensi terjadi di Samarinda. Insya Allah aman karena kita ada di ekuator,” jelasnya.

Riza membandingkan kondisi tersebut dengan kejadian cuaca ekstrem di wilayah Sumatera yang dipicu siklon tropis. Dalam peristiwa tersebut, curah hujan yang turun mencapai 300 hingga 400 milimeter dalam satu hari dan menyebabkan bencana di sejumlah daerah. “Itu setara dengan jumlah curah hujan satu bulan di Samarinda yang turun hanya dalam satu hari,” ungkapnya.

BMKG mencatat, potensi hujan dengan intensitas di atas 50 milimeter per hari di Samarinda dapat terjadi sepanjang tahun. Curah hujan lebat berpeluang muncul mulai Januari, Februari, Maret, April, hingga Mei. Ia mencontohkan bahwa meskipun Mei sering dianggap sebagai periode yang relatif aman, data historis menunjukkan hujan sangat lebat masih mungkin terjadi.

Bulan Mei juga masih ada potensi terjadinya curah hujan yang sangat lebat,” ujarnya.

Terkait pemetaan wilayah rawan hujan tinggi, Riza menyebut hampir seluruh kawasan Samarinda memiliki potensi yang sama. Hal ini disebabkan luas wilayah kota yang tidak terlalu besar sehingga pengaruh cuaca relatif merata.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG Samarinda secara rutin menyampaikan informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, serta pembaruan kondisi cuaca terkini melalui situs resmi BMKG, media sosial, dan kanal informasi berbasis WhatsApp. Informasi tersebut diperbarui setiap hari dan akan disampaikan segera jika terdeteksi potensi cuaca ekstrem.

Puncak curah hujan terjadi pada Desember hingga Januari, kemudian meningkat kembali pada periode Maret hingga April,” pungkas Riza. (cee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *