Posko Penginapan Disiapkan Sambut Massa Aksi 21 April Samarinda

Posko Aksi 21 April yang berada di jalan S Parman yang di gunakan sebagai posko penginapan bagi masa dari luar kota (Istimewa)

 

SAMARINDA — Menjelang pelaksanaan aksi unjuk rasa pada 21 April 2026, berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat sipil di Samarinda terus mematangkan persiapan. Tidak hanya fokus pada penyusunan tuntutan, panitia juga menaruh perhatian besar terhadap kesiapan logistik serta fasilitas penginapan bagi peserta dari luar daerah.

Sejumlah posko relawan yang telah didirikan sejak beberapa hari terakhir kini difungsikan sebagai pusat koordinasi sekaligus tempat singgah bagi massa yang mulai berdatangan. Posko tersebut menjadi titik penting dalam memastikan peserta aksi memiliki tempat beristirahat sebelum turun ke lapangan.

Humas aksi, Bella, mengungkapkan bahwa jumlah peserta diperkirakan akan terus bertambah dalam waktu dekat. Hal ini seiring bergabungnya lebih dari 35 organisasi, baik dari kalangan mahasiswa maupun aliansi masyarakat sipil.

“Peserta tidak hanya berasal dari Samarinda. Beberapa dari Balikpapan bahkan sudah tiba sejak agenda konsolidasi terakhir. Sementara untuk Kukar dan Kutim, kemungkinan besar akan datang pada H-1 sebelum aksi,” ujar Bella, Minggu (19/4/2026).

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, panitia telah menyiapkan berbagai kebutuhan dasar di posko, seperti tempat istirahat, makanan, dan minuman. Fasilitas ini diharapkan mampu menunjang kondisi fisik peserta agar tetap prima saat mengikuti aksi.

“Kami membuka posko ini untuk siapa saja yang membutuhkan tempat menginap. Tujuannya agar teman-teman yang datang dari luar kota bisa beristirahat dengan layak sebelum mengikuti aksi keesokan harinya,” jelas Bella.

Selain kesiapan panitia, dukungan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam keberlangsungan posko. Relawan aksi, Irma Suryani, menyebut bantuan terus berdatangan setiap hari dari berbagai kalangan.

“Antusiasme warga sangat tinggi. Ada yang mengirim nasi kuning, nasi kotak, kopi, bahkan bantuan juga datang dari teman-teman penyandang disabilitas,” ungkap Irma.

Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya telah menghimpun dana sekitar Rp20 juta dari donasi sukarela. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan teknis selama aksi berlangsung.

“Dana ini akan kami manfaatkan untuk keperluan penting seperti penyewaan sound system dan perlengkapan lainnya di lapangan,” jelasnya.

Irma memastikan suasana di posko tetap aman dan kondusif. Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat berjalan dengan baik, sehingga seluruh rangkaian persiapan dapat berlangsung lancar.

Dengan dukungan berbagai pihak, panitia optimistis pelaksanaan aksi pada 21 April mendatang dapat berjalan tertib, dengan peserta yang siap secara fisik maupun logistik. (cee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *