Relawan Apresiasi Jambore PRB Samarinda yang Berlangsung Dua Hari

SAMARINDA — Jambore Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Kota Samarinda yang berlangsung sejak Sabtu (22/11) hingga Minggu (23/11) 2025 menjadi wadah penting penguatan kapasitas dan kebersamaan relawan dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Kegiatan dua hari tersebut menghadirkan materi praktik lapangan, simulasi penanganan bencana, serta diskusi penguatan jejaring relawan.

Sriwahyuni, perwakilan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Cabang Bontang, termasuk peserta yang merasakan langsung manfaat kegiatan ini. Ia menyebut mengetahui informasi Jambore dari Instagram dan grup WhatsApp. “Acaranya sangat seru, panitianya ramah, dan kami mendapat banyak teman dari berbagai daerah. Materinya juga bermanfaat karena langsung dipraktikkan, bukan hanya teori,” katanya.

Menurutnya, kegiatan PRB seperti ini penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan komunitas relawan, terutama bagi relawan muda yang membutuhkan pengalaman lapangan. “Forum PRB di Samarinda ini luar biasa. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilanjutkan agar relawan tetap kompak dan saling mendukung. Salam tangguh untuk semuanya,” tambahnya.

Sriwahyuni juga mengungkapkan bahwa aktivitas kerelawanan di Bontang cukup aktif dan didukung banyak lembaga. “Di Bontang banyak relawan dari berbagai organisasi. Kami sering kolaborasi untuk kegiatan sosial, jadi kegiatan seperti Jambore ini membantu mempererat hubungan antarrelawan,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefudin Zuhri, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai Jambore PRB menjadi momentum penting untuk menyiapkan relawan yang terlatih dan sigap menghadapi potensi bencana.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta Jambore PRB. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut setiap tahun. Pesertanya datang dari lima daerah, dan ke depan kita berharap 10 kabupaten/kota di Kaltim bisa berpartisipasi,” ungkap Saefudin.

Ia menekankan bahwa pembelajaran yang diterima peserta sangat berharga meski dilaksanakan singkat. “Dalam forum ini, ilmu yang diperoleh tidak didapat di sekolah. Ini bekal penting bagi relawan untuk menolong masyarakat dengan lebih tertata dan profesional,” jelasnya.

Saefudin juga berharap tidak ada bencana terjadi, namun kesiapsiagaan harus tetap dijaga. “Kita tentu berharap tidak ada musibah, tetapi persiapan seperti ini wajib dilakukan. Relawan harus siap kapan pun dibutuhkan,” tegasnya. (cee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *