SAMARINDA. Kota ini kembali dikejutkan oleh kobaran api yang melahap habis sebuah rumah toko (ruko) di Jalan Pangeran Hidayatullah, RT 13, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (9/3) itu bukan sekadar kebakaran biasa. Tragedi ini menyisakan duka mendalam, misteri kelam, dan kini—kecurigaan yang mengarah pada sosok suami korban.

Api yang berkobar dengan ganas melahap ruko UD Agung Paint Center dalam hitungan menit. Ledakan kecil terdengar beberapa kali, diduga berasal dari tiner dan bahan kimia lain yang tersimpan di dalamnya.
Asap hitam mengepul ke langit, sementara warga sekitar berteriak panik. Upaya pemadaman berlangsung dramatis, memakan waktu hampir dua jam karena ganasnya api yang terus menyala meski sudah disiram berkali-kali.
Namun, tragedi sesungguhnya baru terungkap setelah petugas pemadam memasuki bangunan yang telah hangus. Di dalam kamar nomor tiga di lantai dua, jasad Nyo Bie Hong (65), sang pemilik ruko, ditemukan dalam kondisi mengenaskan—hangus terbakar hingga sulit dikenali.
Investigasi awal mengungkap bahwa ruko tersebut tidak memiliki pintu darurat. Satu-satunya akses keluar hanyalah pintu rolling door di lantai dasar. Saat api membesar, kepulan asap memenuhi ruangan, membuat korban terjebak tanpa harapan.
“Kemungkinan besar korban kehilangan kesadaran karena menghirup asap sebelum akhirnya hangus terbakar,” ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH, Selasa (11/3).
Kondisi ruko yang menyimpan bahan kimia memperburuk situasi. Api yang sempat dipadamkan ternyata masih menyisakan bara tersembunyi, sehingga keesokan harinya petugas harus kembali ke lokasi untuk menyiram ulang.
Duka belum mereda, namun teka-teki baru mulai mencuat. Polisi menemukan kejanggalan dalam peristiwa ini. Penyelidikan awal mengarah pada kemungkinan adanya unsur kesengajaan.
Kapolsekta Samarinda Kota, AKP Kadiyo mengonfirmasi, suami korban kini telah ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penahanan dilakukan lantaran ada indikasi kuat bahwa kebakaran ini bukan sekadar musibah.
“Kami masih menunggu hasil investigasi Labfor, tetapi arah penyelidikan sudah mulai terang,” ujar Kadiyo.
Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri dijadwalkan tiba dalam beberap hari ini untuk melakukan analisis lebih mendalam di lokasi kejadian. Apakah api yang melalap ruko ini merupakan kecelakaan ataukah ada motif tersembunyi di baliknya?. (Ket)



