Polresta Samarinda Sidak Pasar: Pastikan Minyak Goreng Sesuai Volume

SAMARINDA. Lonjakan harga dan kelangkaan bahan pokok menjelang hari besar, seperti bulan Ramadan dan Idulfitri, kerap menjadi perhatian utama masyarakat. Salah satu isu yang mencuat baru-baru ini adalah dugaan ketidaksesuaian volume minyak goreng kemasan dengan label yang tertera pada kemasan.

Menanggapi hal tersebut, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Samarinda, yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Pangan, menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor dan pengecer minyak goreng di wilayah Samarinda, Selasa (11/3).

Sidak ini bertujuan untuk memastikan keakuratan volume minyak goreng yang beredar di pasaran, sekaligus memantau ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) menjelang Lebaran.

Kasat Reskrim Polres Samarinda, AKP Dicky Anggi Pranata, yang memimpin langsung sidak tersebut, memastikan bahwa minyak goreng yang dijual di pasar, termasuk merek Minyakita, sesuai dengan volume yang tertera pada kemasan.

“Kami dari Satgas Pangan wilayah Samarinda melakukan pengecekan terhadap bapokting, termasuk minyak goreng Minyakita, karena ada keresahan masyarakat mengenai volume yang tidak sesuai. Setelah kami cek ke gudang maupun pengecer, hasilnya Alhamdulillah semua sesuai dengan label yang tertera,” ujar Dicky.

Selain memastikan keakuratan volume, sidak ini juga menemukan adanya perbedaan harga minyak goreng di pasaran. Meskipun Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng ditetapkan Rp 15.700 per liter, harga yang berlaku di tingkat pengecer justru berkisar antara Rp 18.000 per liter.

“Untuk harga memang variatif, dari HET Rp 15.700, tapi di lapangan rata-rata dijual sekitar Rp 18.000. Ini dipengaruhi oleh dinamika perekonomian pasar,” jelas Dicky.

Meski ada kenaikan harga, Polres Samarinda memastikan bahwa stok minyak goreng dalam kondisi aman, baik di tingkat distributor maupun pengecer.

“Menjelang Lebaran, kami pastikan stok minyak goreng untuk wilayah Samarinda aman. Kami sudah cek ke gudang dan pengecer, tidak ada kendala berarti,” tambahnya.

Selain minyak goreng, sidak juga menyasar komoditas lain seperti bawang merah, cabai rawit, dan telur, yang kerap mengalami fluktuasi harga menjelang Lebaran.

Berdasarkan hasil pengecekan, harga bawang merah mengalami kenaikan sekitar Rp 3.000 per kilogram, namun harga cabai rawit justru mengalami penurunan signifikan, dari sebelumnya lebih dari Rp 100.000 per kilogram menjadi Rp 80.000 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam terpantau stabil.

“Kami juga memantau harga bapokting lainnya. Untuk bawang merah ada kenaikan Rp 3.000, cabai rawit justru turun dari Rp 100 ribuan ke Rp 80 ribuan, dan harga telur masih stabil,” ungkap Dicky.

Sidak ini merupakan langkah proaktif Polres Samarinda untuk mengawasi harga dan ketersediaan bahan pokok, sehingga masyarakat dapat menyambut Idulfitri dengan tenang.

Polres Samarinda juga mengimbau kepada para pedagang dan distributor agar tidak melakukan penimbunan bahan pokok, yang dapat memicu kelangkaan dan lonjakan harga di pasaran. Jika ditemukan adanya praktik yang merugikan masyarakat, pihak kepolisian akan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku.

“Kami akan terus melakukan pengawasan terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok. Kami juga mengimbau kepada pelaku usaha untuk tidak melakukan penimbunan atau permainan harga yang bisa merugikan masyarakat,” tegas Dicky. (ket)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *