SAMARINDA. Suasana tenang di Jalan Cipto Mangun Kusumo, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, berubah mencekam pada Kamis (19/12) sore. Peristiwa berdarah terjadi di salah satu galangan kapal, sekitar pukul 17.30 Wita.
Seorang penjaga galangan kapal, Alu (45), tewas mengenaskan setelah menjadi korban pengeroyokan brutal yang dilakukan oleh dua pelaku, yang tak lain adalah Iwan dan Alwi, pasangan bapak dan anak.

Saksi mata di lokasi menggambarkan kejadian tersebut sebagai peristiwa yang mengerikan. Iwan dan Alwi diduga menyerang korban menggunakan senjata tajam, menghujamkan senjata berkali-kali hingga korban terkapar bersimbah darah. Tubuh korban penuh luka sayatan yang begitu dalam, membuat nyawanya tak dapat tertolong.
Jasad Alu ditemukan di sebuah bangunan kayu dimana biasa Alu berjaga di galangan kapal tersebut.
Tidak hanya Alu, istrinya yang berada di lokasi kejadian pun turut menjadi korban. Sang istri mengalami luka-luka meski berhasil selamat dari serangan mematikan tersebut. “Kami hanya mendengar keributan, lalu melihat korban sudah tergeletak tak berdaya. Semua terjadi begitu cepat,” ungkap Fiki Juanda, salah satu saksi mata.
Begitu mendapat laporan, petugas kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Polisi segera melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi, dan mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi sebagai bukti awal serta senjata tajam yang digunakan menghabisi nyawa Alu.
Tim Inafis Polresta Samarinda bergerak cepat mengevakuasi jasad Alu ke Rumah Sakit AW Sjahranie untuk proses autopsi. Lokasi kejadian kini telah dipasangi garis polisi untuk menghindari gangguan dalam penyelidikan lebih lanjut.
Motif di balik serangan ini masih menjadi misteri. Polisi terus mendalami kasus ini dengan memeriksa saksi-saksi dan menggali keterangan dari pihak terkait.
Galangan kapal yang biasanya menjadi tempat bekerja kini menjadi saksi bisu tragedi yang menggemparkan ini. Warga berharap peristiwa menggemparkan ini segera terungkap. (ket)




