Peran PMI dan Generasi Muda dalam Pelayanan Kemanusiaan
SAMARINDA. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Palang Merah Indonesia (PMI) yang ke-79, PMI kembali menegaskan komitmennya dalam pelayanan kemanusiaan di Indonesia. Acara yang digelar di berbagai daerah pada 17 September 2024 ini, tidak hanya menjadi momen perayaan tetapi juga kesempatan untuk mengukuhkan peran penting PMI di masyarakat.
Di Samarinda HUT PMI dilaksanakan di halaman polder air hitam, jalan AW Sjahranie, Samarinda Ulu. Dalam kegiatan 7 Siswa Sekolah Dasar (SD), 619 siswa SLTP dan 724 siswa SLTA turut dikukuhkan sebagai anggota Palang Merah Remaja (PMR), menandai regenerasi pemimpin masa depan yang siap mengemban misi kemanusiaan.

Peran PMI di Masyarakat
Selama hampir delapan dekade, PMI telah memainkan peran vital dalam memberikan bantuan kemanusiaan, terutama pada saat-saat kritis seperti bencana alam, konflik, dan krisis kesehatan.
PMI tidak hanya aktif dalam mendistribusikan bantuan logistik, tetapi juga menyediakan layanan kesehatan, donor darah, serta edukasi kesehatan masyarakat. Dengan jaringan yang luas di seluruh wilayah Indonesia, PMI selalu hadir di garis depan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Ketua PMI Samarinda Decky Zulkifli dalam sambutannya menyampaikan, peran PMI akan terus berkembang seiring dengan tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks.
“Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas dalam penanganan bencana, pelayanan kesehatan, dan donor darah, serta memperkuat jejaring kemitraan dengan pemerintah, swasta, dan masyarakat,” ungkap Decky.
Dalam rangkaian acara dilakukan pula pengukuhan anggota baru PMR dari tingkat SLTP dan SLTA. Para siswa ini, setelah melewati berbagai pelatihan dasar mengenai kepalangmerahan, kini resmi menjadi bagian dari PMR, sebuah wadah yang mempersiapkan generasi muda untuk berperan aktif dalam misi kemanusiaan.
Pengukuhan anggota PMR ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi para siswa untuk lebih memahami pentingnya nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan gotong royong.
“Kami berharap mereka bisa menjadi generasi penerus yang siap membantu masyarakat dalam situasi darurat, serta menjadi duta-duta kesehatan di lingkungan sekolah dan keluarga,” ujar salah satu pembina PMR.
Dalam kesempatan ini, Decky juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi ke depan, terutama dalam menghadapi bencana alam yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim, serta tantangan kesehatan global.
PMI berharap melalui penguatan di dibidang sumber daya manusia, termasuk kaderisasi melalui PMR, PMI dapat terus menjadi ujung tombak dalam penanganan krisis dan bencana di Indonesia.
“Perayaan HUT PMI ke-79 ini menjadi pengingat bahwa peran kemanusiaan tidak terbatas pada usia. Baik relawan senior maupun generasi muda melalui PMR, semuanya memiliki tanggung jawab untuk menjaga semangat gotong royong demi membantu sesama,” tukas Decky. (ket)




