Iringan Jenazah Berujung Keributan
SUNGAI PINANG. Pengantaran jenazah dari rumah duka menuju peristirahatan terakhir harusnya bisa berjalan tertib dan hikmat. Namun tidak demikian pada iringan jenazah yang melintas di Jalan Gerilya, Sungai Pinang, Senin (16/9) sore. Beberapa orang yang ikut dalam Iringan ini justru terlibat keributan.
Korban dari keributan ini adalah sepasang muda-mudi berboncengan motor. Keduanya dikeroyok beberapa oknum pengantar jenazah yang berbapasan dengannya. Lantaran jadi korban penganiayaan, keduanya melapor ke Polsekta Sungai Pinang, Selasa (17/9).
Ditemui di Mapolsekta, Ari Putra Pradana (25) warga Jalan Gerilya, Sungai Pinang yang jadi korban pemukulan menjelaskan, awalnya ia berboncengan dengan rekan wanitanya dari arah Jalan Damanhuri, sekitar pukul 15.45 Wita. Setiba di lokasi kejadian. Dirinya melihat iringan jenazah menggunakan dua jalur.
Lantaran merasakan tidak menganggu. Ari pun tetap melanjutkan perjalanan dengan berjalan pelan ditepi Jalan. Sayang, tanpa basa basi. Beberapa orang langsung menghampiri dan memukulinya.
“Saya sudah jalan dipinggir. Tanpa bicara sekitar empat atau lima orang langsung mendatangi dan memukul saya dan teman wanita saya,” kata Ari.
Lantaran tak dapat berbuat banyak terlebih kalah jumlah. Beberapa pukulan mendarat di bagian kepala dan punggungnya. Tak sampai disitu, teman wanitanya pun terkena pukulan di bagian dada.
Selepas kejadian, Ari sebenarnya menunggu di lokasi dengan harapan beberapa orang penganiaya dirinya dan teman wanitanya mau minta maaf. Namun, setelah lama ditunggu, keduanya pun pulang.
“Karena tidak ada ittikat baik. Kami langsung visum dan memberikan laporan ke petugas kepolisian,” ucap Ari.
Kasus penganiayaan ini kini tengah ditangani Unit Reskrim Polsekta Sungai Pinang. Pihak kepolisian tengah menyelidiki kasus penganiayaan ini.
“Untuk korban sudah melapor. Dan akan segera kami tindak lanjuti,” tukas Kapolsekta Sungai Pinang, AKP Rahmad Aribowo melalui Kanit Reskrim Ipda Heri Triyanto. (ket)




