SUNGAI SIRING. Sebuah video berdurasi 1 menit 19 detik mendadak viral di berbagai platform media sosial pada Rabu (10/9) siang. Video tersebut menunjukkan dua perempuan berjalan kaki sambil membawa barang bawaan mereka, ditemani oleh seorang pengemudi taksi bandara, setelah keluar dari Bandara APT Pranoto Samarinda.
Narasi yang disampaikan oleh perekam video menyiratkan adanya larangan bagi penumpang bandara untuk menggunakan jasa angkutan selain taksi resmi yang beroperasi di bandara tersebut. Hal ini kemudian menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Namun, setelah dilakukan penelusuran, kejadian tersebut ternyata tidak seperti yang dibayangkan. Pihak bandara segera memanggil perekam video dan pria berbaju merah yang ada di dalam video untuk memberikan klarifikasi. Pertemuan tersebut diadakan di ruang rapat Bandara APT Pranoto Samarinda sekitar pukul 15.40 WITA, dan dihadiri oleh sejumlah pihak, termasuk Murdoko selaku Kasi Kampen Bandara, Sapriansyah dari staf Jasa Bandara, Bripka Asfiansyah dari Polsekta Sungai Pinang, Pratu Aditya dari BKO Lanud Domber, serta tiga petugas Avsec Bandara.
Usman (40), perekam video, kemudian menyampaikan permohonan maaf atas tersebarnya video tersebut. Ia menjelaskan bahwa video tersebut dibuat hanya untuk bercanda dan awalnya dikirimkan ke grup sesama pengemudi. Ia juga meminta maaf kepada Oscar, pria berbaju merah yang dinarasikan seolah-olah melarang penumpang menggunakan jasa angkutan lain.
“Saya meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh video viral yang saya sebarkan melalui media sosial, sehingga menciptakan opini yang tidak baik di masyarakat dan pengguna jasa bandara,” ujar Usman.
Usman juga menegaskan bahwa dirinya bukan pengemudi taksi online dan tidak memiliki keterlibatan dengan pihak bandara. “Saya juga meminta maaf kepada bapak Oscar selaku driver mitra bandara,” tutup Usman. (ket)



