
SAMARINDA UTARA. Menyikapi keluhan warga Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara yang berdekatan langsung dengan Bandara APT Parnoto. Tim dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah IV Kalimantan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda membuat sungai baru di samping bandara APT Pranoto, Sungai siring.
Pembuatan sungai baru ini diharapkan bisa menggantikan sungai alam yang kini sudah diuruk saat proyek Bandara dimulai. Akibat sungai yang diuruk tersebut. Kerap terjadi banjid di permukiman warga lantaran air tidak lancar dan meluber ke permukiman warga.
Kepala BPBD Samarinda Suwarso mengatakan, hasil investigasi saat terjadi banjir di kawasan Sungai Siring memang terjadi sumbatan. Saat ditelusuri ternyata sungai sepanjang 500 meter yang ada di samping Bandara telah tertutup bahkan tidak ada sama sekali. Sehingga aliran air mengarah permukiman hingga lawan pertanian.
Untuk mengatasi hilangnya Sungai. BWS Wilayah IV rupanya telah merencanakan untuk membuka kembali aliran sungai yang tertutup. BWS menerjunkan satu alat berat untuk membuat dan melancarkan kembali aliran air.
“Pembuatan aliran sungai ini mencapai 4 kilometer. Harapannya dengan adanya aliran air tidak terjadi banjir di permukikan warga,” terang Suwarso, Sabtu (20/7).

Sementara itu, Dedi (48) warga RT 03, Sungai Siring mangaku senang dengan adanya pembuatan sungai baru tersebut. Setidaknya, keluhan warga berkaitan banjir bisa terobati dengan adanya proyek pembuatan aliran sungai tersebut.
Sebelum ada bandara. Ada namanya Sungai Lo Liang. Aliran sungai ini tembus ke Sungai Karang Mumus dan Sungai Pampang. Sekarang sunga Lo Liang terkubur akibat proyek bandara.
“Semoga ini cepat selesai. Sebab, selama ini permukiman hingga area perkebunan jadi korban banjir semenjak sungai tertimbun tanah saat proyek Bandara dimulai,” harap Dedi. (ket)



