
AIR HITAM. Kesibukan warga di pagi hari berubah gempar. Sebuah bangunan rumah toko (ruko) berlantai dua yang ada di pinggir Jalan AW Syahranie, RT 24, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu Tiba-tiba terbakar. Kontan saja, hal ini membuat warga dan pengendara melintas panik, Sabtu (27/7) pagi.
Saat terbakar. Penghuni ruko berhamburan keluar dan tidak sempat menyelamatkan barang. Satu bangunan Ruko terbakarbl tersebut terdiri dua usaha warung makan dan satu bengkel ban.
Bella (36) pemilik warung makan mengatakan, dirinya datang setelah di telpon salah satu karyawannya, sekitar pukul 09.05 Wita. Dalam percakapan singkat dan panit. Karyawan mengatakan jika kompor terbakar disaat memasak. Upaya pemadaman secara manual sudah dilakukan, namun api terus membesar.
“Sudah pake karung basah. Tapi gagal. Cari apar tidak ada. Sementara api terus merambat ke dinding yang terbuat dari kayu hinga ke plapon,” ungkap Bella.
Disaat genting. Para karyawan memilih menyelamatkan diri dengan krluar dari dalam ruko. Tidak satupun barang yang bisa diselamatkan.
“Karyawan tidur di lantai dua. Tidak ada barang mereka yang tersisa,” ungkap Bella.
Dewa (38) saksi di lokasi kejadian menceritakan, api telah membesar saat ia tiba di lokasi. Pemilik warung terdengar berteriak meminta tolong karena api, yang diduga berasal dari kompor, telah merembet ke bangunan di sebelahnya, yaitu tempat tambal ban.
“Saat pemadam kebakaran datang, warung sudah hampir padam total karena angin kencang dan bangunannya terbuat dari kayu,” ujar Dewa.
“Saya tidak mendengar adanya ledakan, hanya teriakan minta tolong dan terlihat api yang sangat besar.” imbuhnya.
Sementara, Kabid Pemadaman dan Penyelamatan, Disdamkar Samarinda, Teguh Setyawardhana mengatakan, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 09.15 Wita dan langsung menurunkan dua posko beserta 10 unit pemadam kebakaran dan relawan.
Proses pemadaman tanpa kendala dan berlangsung selama lebih dari satu jam.
“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pemadaman berjalan lancar karena lokasi kejadian berada di pinggir jalan raya dan sumber air mudah diakses.” ungkap Teguh.

Dugaan sementara, kebakaran ini akibat kompor saat karyawan rumah makan tengah penyiapkan pesanan pelanggan. Namun demikian pihak damkar menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.
“Yang terbakar satu bangunan ruko dua lantai. Yang didalamnya ada dua warung makan dan satu bengkel ban,” tukas Teguh. (ket)



