SAMARINDA — Rencana pengoperasian kembali Rumah Sakit Islam (RSI) di Samarinda semakin mendapat kepastian. Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI) menegaskan seluruh persiapan teknis dan nonteknis telah mencapai tahap akhir. Wakil Ketua Pembina YARSI, dr. Lamri, menyampaikan bahwa berbagai unsur pendukung layanan kesehatan kini tinggal menunggu izin operasional dari pemerintah.
Menurut dr. Lamri, kesiapan sumber daya manusia sudah dirancang dengan baik. Ia menjelaskan bahwa tenaga medis yang akan bertugas telah siap mengisi kembali struktur pelayanan rumah sakit.
“Struktur SDM sudah kami siapkan secara lengkap. Para dokter spesialis, perawat, ners, dan tenaga medis lainnya telah menyatakan kesediaannya untuk kembali bergabung,” ujarnya.
Ia juga menyoroti rencana pembukaan kembali Akademi Keperawatan yang berada di bawah yayasan. Proses kerja sama dengan Poltekkes disebut sedang berlangsung, termasuk tahapan akreditasi.
“Kami sedang memfinalisasi kerja sama dengan Poltekkes, dan proses akreditasinya kini berjalan. Kami hanya menunggu keluarnya surat dari PIKTI untuk melanjutkan tahap berikutnya,” jelasnya.
Tidak hanya SDM, kesiapan sarana dan prasarana rumah sakit disebut telah sepenuhnya selesai. Seluruh alat kesehatan telah melalui proses pengecekan dan kalibrasi untuk memastikan keamanan dan fungsinya sesuai standar.
“Seluruh alat sudah kami perbaiki dan kalibrasi. Bangunan rumah sakit juga telah kami siapkan kembali sehingga benar-benar siap beroperasi begitu izin dikeluarkan,” terangnya.
Ia optimistis rumah sakit tersebut dapat segera memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurut perhitungannya, rumah sakit bisa beroperasi dalam waktu sekitar satu bulan setelah izin diterbitkan.
“Begitu izin operasional turun, kami siap segera bergerak. Di tahap awal pun kami akan mendampingi proses pembukaan sampai pelayanan benar-benar stabil,” tegasnya.
Lebih dari 30 tenaga kesehatan dan sejumlah dokter spesialis sudah siap bergabung. Antusiasme masyarakat juga disebut sangat kuat dalam mendukung pembukaan kembali rumah sakit tersebut.
“Prospeknya positif. Banyak warga yang ingin rumah sakit ini kembali berfungsi. Dari sisi hitungan, operasionalnya tetap menunjukkan peluang yang baik,” pungkasnya. (cee)




