SAMARINDA — Satu pekan pelaksanaan Operasi Zebra Mahakam 2025 yang dimulai sejak 17 November 2025 mencatat temuan cukup mencolok di wilayah Kota Samarinda. Dalam kurun waktu tujuh hari lebih, ratusan pengendara berbagai jenis kendaraan terjaring razia yang dilakukan Satlantas Polresta Samarinda bersama Dinas Perhubungan.
Kanit Turwali Satlantas Polresta Samarinda, Iptu Ismail Marzuki, mengatakan bahwa selama sepekan terakhir jumlah pelanggaran yang ditemukan meningkat dari hari ke hari. Dominasi pelanggaran masih berasal dari kalangan pelajar yang nekat mengendarai sepeda motor tanpa surat-surat lengkap dan tidak memakai helm.
“Selama satu pekan operasi, pelajar tetap menjadi kelompok yang paling sering melanggar. Banyak yang masih di bawah umur dan tidak mengenakan helm saat berkendara,” jelasnya saat ditemui di lokasi penertiban pada (25/11/2025)
Pada pelaksanaan hari kedelapan, petugas menindak 49 pelanggar, sementara 21 kendaraan harus diamankan karena tidak layak jalan atau tidak dilengkapi dokumen berkendara. Menurut Ismail, temuan tersebut adalah cerminan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas masih rendah.
Ia menjelaskan bahwa keseluruhan penindakan sejak awal operasi hingga hari kesembilan mencapai 269 pelanggaran. “Jenis pelanggarannya masih didominasi helm, knalpot yang tidak sesuai standar, serta pengendara yang melawan arus. Ini menunjukkan banyak pengendara yang belum memahami risiko dari pelanggaran tersebut,” katanya.
Memasuki pekan pertama, penindakan juga diperluas dengan melibatkan personel Dinas Perhubungan. Fokus razia tidak hanya pada sepeda motor, tetapi juga kendaraan roda empat dan roda enam seperti truk dan pickup. Banyak kendaraan ditemukan tidak memenuhi syarat teknis, termasuk tidak lulus uji emisi, tidak memakai sabuk keselamatan, hingga penggunaan knalpot tidak standar.
“Lebih dari 50 kendaraan kami tindak dalam satu hari, mayoritas truk dan pickup. Seluruhnya tetap menjalani proses penindakan sesuai aturan dan wajib menyelesaikan denda melalui bank,” terangnya.
Iptu Ismail menambahkan bahwa pihaknya terus memberikan edukasi kepada pengendara, terutama pelajar, agar tidak memaksakan diri berkendara tanpa kelayakan. “Keselamatan itu yang utama. Bila belum memiliki SIM, jangan berkendara. Gunakan helm dan ikuti rambu agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.
Operasi Zebra Mahakam 2025 dijadwalkan terus berlanjut hingga masa operasi berakhir, dengan harapan dapat menurunkan angka pelanggaran serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih tertib di jalan raya. (cee)




