Gudang Minimarket di Samarinda Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
SAMARINDA UTARA. Sebuah gudang penyimpanan barang di minimarket yang terletak di Jalan Poros Samarinda-Bontang, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, terbakar pada Senin (26/8) sore. Kepulan asap tebal yang keluar dari bangunan tersebut mengundang perhatian warga sekitar dan membuat suasana menjadi panik.
Menurut saksi mata, asap pertama kali terlihat keluar dari atap lantai dua bangunan. Seiring waktu, asap semakin pekat, diikuti oleh kemunculan api dari plafon. “Saya sedang berada di dalam rumah ketika melihat asap tebal. Ternyata, gudang minimarket di dekat sini terbakar,” kata Haikal (39), salah satu warga setempat.
Sebelum api menyebar, warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena api dengan cepat menyebar, terutama pada material yang terbuat dari kayu.
Salah seorang karyawan minimarket, Regina (27), mengungkapkan bahwa sebelum kebakaran terjadi, dirinya sempat mendengar suara benda jatuh dari lantai dua. Tidak lama setelah itu, listrik di minimarket tersebut padam.
“Kami mengira listrik padam seperti biasa, jadi kami mencoba untuk menyalakannya kembali. Tapi tak lama kemudian, warga datang memberitahu bahwa ada asap tebal di lantai dua,” ujar Regina.
Warga yang melihat api semakin membesar akhirnya menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). Tim pemadam kebakaran dan relawan segera tiba di lokasi untuk memadamkan api dari berbagai sisi bangunan. Selama proses pemadaman, arus lalu lintas di jalan utama mengalami kemacetan parah.
Setelah berjuang selama satu jam, tim Damkar dan relawan akhirnya berhasil memadamkan api. Meski demikian, sebagian besar gudang di lantai dua nyaris habis terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini.
“Kami masih menunggu hasil investigasi dari pihak kepolisian, namun dugaan awal kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Samarinda, Hendra AH. Setelah api berhasil dipadamkan, arus lalu lintas pun kembali normal secara bertahap. (ket)



