Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Agus Setiawan (Kiri) bersama Wakil Walikota Samarinda Saefudin Zuhri (Kanan) Saat meninjau harga pangan di pasar di kota Samarinda
Habarhanyar.com, Samarinda– Satgas Pangan bersama Pemerintah Kota Samarinda melakukan pemantauan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Hasil pemantauan di sejumlah titik, termasuk Pasar Segiri, menunjukkan harga bahan pokok masih relatif stabil meski beberapa pedagang mengeluhkan meningkatnya biaya operasional akibat kenaikan harga plastik kemasan.
Salah seorang pedagang ikan di Pasar Segiri, Rosdiana, mengatakan harga ikan layang yang menjadi salah satu komoditas acuan di pasar saat ini berada di angka Rp35 ribu per kilogram. Menurutnya, harga tersebut sudah kembali normal setelah sempat mengalami kenaikan pada momen pergantian tahun.
“Ikan layang sekarang Rp35 ribu per kilo. Waktu tahun baru kemarin sempat Rp40 ribu sampai Rp45 ribu, kami jual sampai Rp50 ribu per kilo,” ujarnya saat ditemui di Pasar Segiri.
Ia menjelaskan, pergerakan harga ikan layang biasanya turut memengaruhi harga jenis ikan lainnya yang dijual di pasar. Saat harga ikan layang meningkat, harga ikan tongkol dan beberapa jenis ikan lain umumnya ikut menyesuaikan.
Meski harga ikan saat ini cenderung stabil, Rosdiana mengaku menghadapi tantangan lain berupa kenaikan harga plastik kemasan yang digunakan untuk melayani pembeli setiap hari.
“Dulu plastik warna satu ikat sekitar Rp17 ribu, sekarang sudah Rp28 ribu. Biasanya biaya plastik sehari sekitar Rp55 ribu sampai Rp60 ribu, sekarang bisa lebih dari Rp100 ribu,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat keuntungan pedagang menjadi lebih tipis meski harga jual ikan tidak mengalami kenaikan signifikan. Namun demikian, ia memastikan belum ada lonjakan harga ikan menjelang Iduladha.
“Biasanya kalau mendekati lebaran baru naik. Ikan layang bisa sampai Rp45 ribu per kilo,” tambahnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Agus Setiawan, mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap distribusi bahan pokok guna menjaga stabilitas harga di pasaran.
Menurutnya, Satgas Pangan rutin melakukan pemantauan untuk mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran, termasuk penyelundupan komoditas yang dapat memengaruhi pasokan dan harga kebutuhan pokok.
“Untuk antisipasi penyelundupan makanan tentunya dari Satgas tetap melaksanakan pemantauan. Apabila ada informasi atau temuan, tentu akan dilakukan penindakan,” ujarnya.
Agus menjelaskan, hingga saat ini belum ditemukan indikasi penyelundupan bahan pokok di wilayah hukum Samarinda. Kondisi geografis Kota Samarinda yang tidak berbatasan langsung dengan wilayah perbatasan dinilai menjadi salah satu faktor minimnya potensi penyelundupan.
“Sejauh ini belum ada temuan di wilayah hukum Samarinda. Namun kami tetap melakukan pemantauan untuk menjaga stabilitas harga komoditas, terutama bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat menjelang Iduladha,” tegasnya.
Pemerintah dan aparat berharap kondisi pasokan yang aman serta pengawasan yang berkelanjutan dapat menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil hingga perayaan Iduladha berlangsung. (dtg)




