Roti kedaluwarsa dan berjamur dalam paket MBG ditemukan di SD Integral Luqman Al Hakim. (ket)
SAMARINDA. Pembagian paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Integral Luqman Al Hakim pada Selasa (24/2/2026) diwarnai temuan roti berjamur. Makanan tersebut diketahui dalam kondisi tidak layak saat siswa menerima paket untuk dibawa pulang selama Ramadan.
Temuan bermula ketika beberapa siswa membuka paket dan mendapati roti yang berubah warna serta berbau. Pihak sekolah yang menerima laporan langsung melakukan pengecekan menyeluruh terhadap paket lainnya.
Kepala sekolah, Muhammad Nara Ola, menyampaikan bahwa dalam setiap paket MBG biasanya berisi susu, roti, kurma, dan buah. Namun pada distribusi hari itu, terdapat sejumlah roti yang tidak memenuhi standar konsumsi.
“Begitu diketahui ada yang berjamur, kami langsung instruksikan agar tidak dimakan. Susu dan item lain aman, hanya beberapa roti yang bermasalah,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Dari total 309 paket yang dibagikan, sekitar 10 hingga 15 roti ditemukan dalam kondisi tidak layak. Seluruh roti yang terindikasi rusak segera dikumpulkan dan dimusnahkan pihak sekolah sebagai langkah antisipasi.
Menurutnya, pihak SPPG selaku penyedia makanan telah memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.
“Mereka sudah menyampaikan permohonan maaf dan akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.
Terpisah, Pelaksana Tugas Asisten I Pemerintah Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menegaskan pentingnya pengawasan ketat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Ia menyebut distribusi makanan kepada siswa harus melalui kontrol kualitas yang optimal.
“Ini menyangkut kesehatan anak-anak. Kalau ada yang lolos dalam kondisi berjamur, tentu menjadi bahan evaluasi serius,” tegasnya.
Pemerintah memastikan laporan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai prosedur, sekaligus memperkuat sistem pengawasan agar kualitas makanan dalam program MBG tetap terjamin. (Ket)




