Gempar! Bayi Perempuan Ditemukan di Dalam Kardus

Polisi Selidiki Pembuang Bayi

SIDODADI. Suasana tenang di sekitar Langgar Annidhol, Jalan Wiraguna Dalam, Samarinda Ulu, mendadak gempar. Ini terjadi saat salah seorang warga menemukan bayi perempuan yang diletakkan di dalam kardus, Minggu (27/10)

Bayi yang diperkirakan baru sehari lahir, ditemukan lengkap dengan ari-arinya. Tentu saja kejadian ini menjadi sebuah pemandangan yang mengundang rasa prihatin sekaligus keharuan bagi warga sekitar.

Sang penemu, Ahsan (72), tidak pernah membayangkan ia akan menghadapi momen penuh kejutan seperti itu. Ketika ia bersiap mengambil air wudhu untuk menunaikan salat Zuhur, matanya terpaku pada sebuah kardus kecil yang diletakkan di sudut dekat langgar.

Saat mendekati kardus itu, terdengar suara pelan yang memecah keheningan. “Saat dibuka, ternyata di dalamnya ada bayi perempuan mungil yang masih bernapas,” ujarnya, penuh keterkejutan.

Ahsan segera menghubungi beberapa warga sekitar untuk bersama-sama memberikan pertolongan. Bayi mungil itu kemudian dibawa ke kediaman ketua RT setempat .

“Kami bawa ke rumah Pak RT. Di rumah Pak RT, ari-arinya dibersihkan, karena masih ada darahnya,” terang Ahsan.

Tim medis 112 yang datang ke lokasi menyatakan, bayi perempuan tersebut dalam kondisi stabil meskipun perlu observasi dan perawatan untuk memastikan kesehatannya.

“Bayi kami bawa ke RSUD AW Sjahranie untuk di cek lebih lanjut berkaitan kesehatannya. Sekaligus pemberian asupan makanan dan gizi nantinya,” ucap Norma, tim medis 112.

Di lokasi penemuan, petugas kepolisian segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah barang bukti. Pihak kepolisian juga menghimpun keterangan dari warga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.

“Kami sedang mendalami kasus ini untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab serta mencari tahu apa yang melatarbelakangi tindakan penelantaran ini,” ujar Kapolsekta Samarinda Ulu, AKP Wawan Gunawan.

Penemuan bayi perempuan ini menimbulkan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat. Sejumlah warga yang datang merasa trenyuh melihat keberadaan bayi tak berdosa yang nyaris kehilangan kesempatan untuk tumbuh dalam kasih sayang. “Bayi itu pantas mendapatkan hidup yang lebih baik. Saya mau adopsi,” ungkap salah satu warga. (ket)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *