Gas Elpiji 3 Kg Langka, Harga Meroket Hingga Rp 40 Ribu di Lempake

 

Gas Elpiji 3 Kg Langka di Lempake

LEMPAKE. Dalam beberapa hari terakhir, warga Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, dihadapkan pada masalah kelangkaan gas elpiji 3 kg atau yang biasa disebut gas melon. Kelangkaan ini membuat warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan memasak mereka.

Untuk bisa mendapat gas tersebut, warga harus berkeliling dari satu warung ke warung lain. Namun, persediaan di banyak tempat habis.

Salah satu warga Lempake, Arpiah (34), mengaku sangat terbebani dengan kondisi ini. Dia telah berkeliling dilima warung sejak pagi, namun tidak ada satu pun yang memiliki persediaan gas. “Saya sudah cari ke beberapa tempat, semuanya habis. Kalau begini terus, bagaimana kami mau masak?” ujarnya Rabu (2/10).

Selain langka, harga gas elpiji 3 kg di pasaran juga mengalami lonjakan yang cukup tajam. Harga yang biasanya berkisar antara Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu, kini melonjak hingga Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per tabung.

“Hari ini saya beli sampai Rp 38 ribu. Ini sudah sangat mahal, apalagi untuk kita yang penghasilannya pas-pasan,” keluh Arpiah.

Warga lainnya, Arman (45), mengungkapkan keluhannya terkait kelangkaan ini. Dia berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi masalah tersebut. “Kalau terus seperti ini, kami warga kecil yang paling menderita. Kami berharap ada tindakan cepat dari pemerintah agar harga kembali normal dan gas tidak langka,” ujarnya.

Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kg di Lempake. Beberapa warga menduga bahwa keterlambatan pasokan atau bahkan adanya praktik penimbunan oleh oknum tertentu bisa menjadi penyebabnya. Namun, hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab kelangkaan ini.

Salah satu agen penyalur gas di wilayah Samarinda Utara, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan, minggu ini ia hanya menerima pasokan dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan biasanya.

“Pasokan gas yang kami terima memang lebih sedikit dari biasanya. Kami tidak tahu pasti apa penyebabnya, tapi karena pasokan terbatas, gas cepat habis,” ujarnya.

Warga berharap agar pemerintah dan pihak berwenang segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi situasi ini. Kelangkaan gas elpiji 3 kg dinilai bisa mengganggu aktivitas sehari-hari warga, terutama bagi mereka yang sangat bergantung pada gas melon untuk memasak.

“Kami harap kelangkaan gas ini segera teratasi agar harga kembali stabil dan kebutuhan warga bisa terpenuhi dengan baik,” harap Arman. (ket)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *