Polisi Tangkap Tiga Pelaku Pengeroyokan di Samarinda

SAMARINDA. Tiga pelaku pengeroyokan terhadap sepasang muda-mudi di Jalan Gerilya, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, telah berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian. Peristiwa yang terjadi pada Senin (16/9) sore itu sempat menjadi sorotan setelah video kekerasan tersebut beredar luas di berbagai platform media sosial.

Ketiga pelaku yang diamankan adalah Riki Agus Setiawan (34), Airul Tamimi (32), serta MR (17), seorang remaja yang turut terlibat dalam insiden tersebut. Ketiganya merupakan warga Jalan Lambung Mangkurat, Samarinda Kota, dan berhasil diringkus di kediaman masing-masing pada Selasa (17/9) malam.

Menurut pengakuan Riki, tindakan pengeroyokan dilakukan karena salah paham. Mereka mengira bahwa pasangan muda-mudi yang tengah melintas tidak menghargai rombongan pengantar jenazah. “Kami emosi karena mereka tidak menepi, padahal ada iringan pengantar jenazah. Kami memukul dengan tangan kosong dan ada juga yang menggunakan bambu,” ungkap Riki di hadapan petugas di Mapolresta Samarinda.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, menyatakan bahwa alasan para pelaku tidak dapat diterima. “Korban sudah berada di jalur yang benar, bahkan sudah menepi. Tindakan main hakim sendiri jelas merupakan pelanggaran hukum,” tegas Ary Fadli dalam konferensi pers.

Ketiga pelaku kini dijerat dengan Pasal 170 KUHP terkait tindak pengeroyokan. Ancaman hukuman yang menanti mereka adalah pidana penjara. Ary juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban, terutama saat prosesi pengantaran jenazah yang seharusnya menjadi momen khidmat, bukan justru melahirkan kekerasan.

“Sikap premanisme seperti ini tidak bisa dibiarkan. Tradisi pengantaran jenazah harus dilakukan dengan tertib dan tetap menghormati aturan lalu lintas,” tutup Ary. Polisi juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri dalam situasi apapun dan selalu mematuhi hukum yang berlaku. (ket)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *